
RAPBD Makassar 2015 Capai Rp3,05 Triliun

"RAPBD 2015 telah diupayakan untuk disusun secara arif dan bijak dengan lebih mempertajam skala prioritas agar dapat dilaksanakan secara optimal, tepat sasaran, selektif dan efisien dengan tepat memperhatikan dan mengutamakan aspirasi yang berkembang
Makassar (ANTARA Sulsel) - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Makassar, Sulawesi Selatan, 2015 mencapai Rp3,05 triliun atau mengalami peningkatan dari 2014 yang hanya Rp2,3 triliun.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dalam sidang paripurna DPRD Makassar, Rabu, mengatakan RAPBD Makassar 2015 sudah sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"RAPBD 2015 telah diupayakan untuk disusun secara arif dan bijak dengan lebih mempertajam skala prioritas agar dapat dilaksanakan secara optimal, tepat sasaran, selektif dan efisien dengan tepat memperhatikan dan mengutamakan aspirasi yang berkembang dalam Musrenbang," katanya.
Dikatakannya, kondisi RAPBD 2015 ini dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya, indikator ekonomi yang ditetapkan sebagai asumsi dasar ekonomi makro yaitu pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, target penurunan tingkat kemiskinan dan angka pengangguran.
Disebutkannya, APBD 2015 merupakan tahun pertama implementasi RPJMD Kota Makassar tahun 2014-2019, bahwa sebagian besar prioritas kebijakan sudah merupakan cakupan dari seluruh substansi visi-misi wali kota dan wakil wali kota.
Adapun tantangan eksternal yang dihadapi kota Makassar tahun 2015, bahwa pada tahun itu prinsip pasar bebas dari Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekkonomi Asean (MEA) sudah mulai diberlakukan dan Makassar adalah salah satu poros utama lintasan pasar bebas itu.
"Berdasarkan tren pertumbuhan ekonomi selama beberapa tahun terakhir dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah, asumsi pertumbuhan ekonomi Makassar diatas rata-rata nasional dengan tingkat inflasi hanya sekitar satu persen," ujarnya.
Danny sapaan akrab wali kota menyatakan, belanja daerah sebelumnya direncanakan sebesar Rp3,28 triliun lebih, mengalami defisit sebesar Rp223 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp12 miliar.
Danny menjelaskan, pendapatan daerah tahun anggaran 2015 direncanakan menjadi Rp3,05 triliun lebih, secara komulatif meningkat sebesar Rp326,47 miliar.
Angka persentase itu lebih atau 11,95 persen dibandingkan APBD perubahan 2014 yang ditetapkan sebesar Rp2,73 triliun lebih yang terdiri dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. N Yuliastuti
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
