Logo Header Antaranews Makassar

PKPI Sulsel Belum Bersikap Sebelum Kongres

Minggu, 14 Desember 2014 21:35 WIB
Image Print
"Kongres memang sudah tidak lama lagi akan digelar dan kurang dari empat bulan. Nama-nama kandidat sudah mencuat, tetapi kami di Sulsel belum mau terburu-buru menentukan sikap," ujar Wakil Ketua Umum DPN PKPI Sulawesi Selatan, Muhammad Arkam di Makas

Makassar (ANTARA Sulsel) - Partai Keadilan Persatuan Indonesia Sulawesi Selatan belum akan bersikap mengenai arah dukungan sebelum Kongres PKPI betul-betul diselenggarakan pada April 2015.

"Kongres memang sudah tidak lama lagi akan digelar dan kurang dari empat bulan. Nama-nama kandidat sudah mencuat, tetapi kami di Sulsel belum mau terburu-buru menentukan sikap," ujar Wakil Ketua Umum DPN PKPI Sulawesi Selatan, Muhammad Arkam di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan, dalam rencana Kongres PKPI yang akan digelar tahun depan itu sudah ada dua nama yang mulai mencuat kepermukaan untuk mencari simpati kader PKPI di seluruh Indonesia, keduanya yakni Gita Wiryawan dan Ichsanuddin Noorsy.

Dia mengakui, jika saat ini masih kedua tokoh nasional ini yang sudah mencuat dan melakukan komunikasi politik dengan para pemilik suara. Bakal calon lainnya juga disebutnya masih akan bertambah lagi seiring berjalannya waktu.

"Kami berharap calon ketua umum yang terpilih nanti mampu membesarkan partai ini kedepan. Baik dalam pemilihan legislatif dan pemilihan presiden," katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI), Ruli Soekarta mengatakan, Sutiyoso tidak akan maju kembali sebagai Ketua Umum PKPI dalam kongres nanti. Ruli menuturkan, Sutiyoso memberikan kesempatan bagi kader muda memimpin partai ini kedepan.

"Pak Sutiyoso kemungkinan tidak akan maju lagi. Tetapi sudah ada empat bakal calon yang tengah dipersiapkan. Tetapi mohon maaf saya belum bisa beberkan," kata Ruli di sela-sela acara Musyawarah Pimpinan Provinsi (Muspimprov) IV di Hotel Grand Asia, Makassar.

Ia menjelaskan, ada dua kriteria menjadi bakal calon ketua umum partai. Pertama, memiliki ideologi yang sama terhadap partai ini. Yaitu pancasila dan kedua, kesiapan calon tersebut.

"Percuma juga maju kalau tidak siap memimpin partai ini. Ketua selanjutnya harus punya tanggung jawab untuk membawa partai ini jauh lebih baik," jelasnya.

Dalam kongres yang akan digelar di Jakarta itu, Ruli melanjutkan bakal calon yang akan dipilih oleh Dewan Pimpinan Provinsi (DPN) seluruh Indonesia melalui sistem voting tetapi musyawarah mufakat berdasarkan sila keempat dalam pancasila.

Oleh karena itu, jika ada satu nama saja yang muncul maka tiga nama lainnya akan gugur dengan sendirinya. Karena proses vooting tidak akan dilakukan, melainkan dengan musyawarah mufakat.

Ruli menambahkan, saat ini Dewan Pimpinan Nasional (DPN) tengah sibuk melakukan konsolidasi Muspimprov untuk mendapatkan masukan dari pengurus DPN di sejumlah provinis perihal bakal calon ketua umum yang diharapkan. FC Kuen



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026