Makassar (ANTARA) - Factory Manager PT Alasmas Berkat Utama, Usman Wang menekankan pentingnya sepatu pengaman ber-Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk menghindari risiko yang mencederai kaki pekerja yang bisa berakibat fatal seperti cacat fisik yang seharusnya dapat dihindari dengan menggunakan sepatu pengaman.
"Pekerja yang bekerja di sektor usaha seperti pertambangan dan perminyakan sangat penting menggunakan sepatu pengaman yang kualitasnya terjamin melindungi kaki pekerja dengan standar SNI," kata Usman dalam keterangan persnya di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, sepatu pengaman perlu digunakan oleh pekerja di sektor usaha yang rentan risiko seperti tertimpa benda keras, tertusuk benda tajam, tergelincir dan sebagainya.
Pemenuhan standar SNI memberikan jaminan sepatu pengaman yang digunakan itu benar-benar dapat melindungi diri dari berbagai risiko tersebut.
Hal itu tertuang dalam SNI 8877.2023 ditetapkan sebagai revisi dari SNI 8877.2021. dalam SNI terbaru itu terdapat 62 parameter mutu yang harus dipenuhi titik parameter dalam si ini jauh lebih banyak dari SNI yang sebelumnya hanya 26 parameter mutu.
Hal ini menunjukkan sepatu pengaman ber SNI sekarang jauh lebih berkualitas. Sepatu pengaman yang ber SNI telah dinyatakan lolos uji diantaranya uji organoleptik atau uji yang dilakukan untuk mengukur penerimaan indra manusia terhadap sepatu, desain, uji sepatu, pengaman secara keseluruhan yang meliputi bagian atas, lapis bagian samping, lapis bagian depan, lidah sepatu bagian bawah tali sepatu dan sol luar.
"Uji kekuatan sol untuk membuktikan sol sepatu memiliki ketahanan yang kuat terhadap abrasi dan telah direkatkan sedemikian rupa sehingga sol tidak bisa dilepas atau rusak," katanya.
Apalagi dengan masuknya generasi Z ke dalam sektor Usaha pertambangan dan perminyakan dewasa ini, lanjut Usman, maka tuntutan terhadap sepatu pengaman juga meningkat.
Jadi sepatu pengaman juga harus didesain sesuai tren anak generasi sekarang, lebih trendy dan semua bangga menggunakan sepatu pengaman ber-SNI.
Hal itu dibenarkan Plt BSN, Y Kristianto Widiwardono. Dia menjelaskan, sepatu pengaman ber SNI juga terlalu lulus uji ketahanan tarik, sobek putus dan juga pengaruh abrasi atau air yang menyebabkan sepatu rusak atau bagian dalam sepatu menjadi basah.

