Logo Header Antaranews Makassar

Polda Sulbar kerahkan 1.098 personel amankan Idul Fitri

Jumat, 13 Maret 2026 12:56 WIB
Image Print
Kapolda Sulbar Inspektur Jenderal Polisi Adi Deriyan Jayamarta (kiri) saat menyematkan pita tanda operasi, pada gelar pasukan Operasi Ketupat Marano 2026, di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Kamis (12/3). ANTARA/HO-Humas Polda Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Polda Sulawesi Barat mengerahkan 1.098 personel gabungan pada pelaksanaan Operasi Ketupat Marano 2026 guna menjamin keamanan selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Ke-1.098 personel gabungan yang disiagakan itu, terdiri 471 personel Polri dan 627 personel dari berbagai instansi, seperti TNI, Basarnas, Dinas Perhubungan, Satpol PP serta BPBD," kata Kapolda Sulbar Inspektur Jenderal Polisi Adi Deriyan Jayamarta di Mamuju, Kamis.

Kapolda menyampaikan itu pada pelaksanaan
apel gelar pasukan Operasi Terpusat Ketupat Marano 2026 yang digelar di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar

Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Marano 2026 yang mengangkat tema 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia' itu ditandai dengan penyematan tanda pita operasi kepada perwakilan personel sebagai simbol kesiapan dan komitmen bersama dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Keterlibatan berbagai unsur pada kegiatan ini, menjadi bukti nyata kuatnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif bagi masyarakat yang akan merayakan hari kemenangan," ujar Adi Deriyan.

Kapolda menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana sebelum operasi dimulai.

"Apel ini bukan hanya mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana. Lebih dari itu, ini adalah bentuk komitmen bersama seluruh elemen bangsa untuk mensukseskan Operasi Ketupat 2026," tegas Adi Deriyan.

Operasi Ketupat Marano 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Pengamanan difokuskan pada pengelolaan arus mudik dan balik yang diprediksi mengalami lonjakan signifikan.

Berdasarkan hasil pemetaan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada dua gelombang yakni 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026.

Sementara, arus balik diprediksi mencapai puncaknya pada 24-25 Maret serta 28-29 Maret 2026.

Kapolda menekankan pentingnya komunikasi publik agar seluruh informasi terkait pengamanan mudik dapat diterima masyarakat secara luas.

Berbagai kanal informasi akan dimaksimalkan, termasuk layanan darurat 110 yang siap menerima laporan maupun permintaan bantuan dari masyarakat selama 24 jam.

"Keberhasilan Operasi Ketupat ini tidak bisa diraih sendiri. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita tingkatkan soliditas dan sinergitas agar setiap langkah mudik masyarakat penuh keamanan," ujar Adi Deriyan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026