
Bandara Masamba Perlu Direlokasi

Makassar (ANTARA Sulsel) - Bandara Andi Jemma yang berada ditengah-tengah Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara, perlu segera direlokasi karena dinilai membahayakan bagi masyarakat sekitarnya.
"Bandara Andi Jemma tidak 'safety' dan membahayakan masyarakat Masamba karena berada ditengah-tengah kota," kata anggota Komisi IV DPRD Susel, Ilham Noer Toadji di Makassar, Minggu.
Ilham mengatakan, idealnya bandara harus berada jauh dari pemukiman masyarakat, untuk menghindari kecelakaan.
Anggota dewan dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) asal tanah Luwu ini meminta kepada pemerintah segera mengupayakan pemindahan bandara keluar kota.
Dia juga mengharapkan, kepada Dinas Perhubungan Sulsel agar mengajukan anggaran dalam RAPBD Sulsel 2010 untuk mendukung rencana relokasi.
Bandara kelas IV Andi Jemma saat ini, memiliki panjang landasan 900 x 23 meter dan bisa didarati pesawat jenis C-212, serta memiliki luas terminal domestik 100 meter persegi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Sulham A, mengatakan Bandara Andi Jemma saat ini layak untuk keselamatan dan kenyamanan terbang, namun kalau kalau ada wacana untuk merelokasi maka akan diperhatikan.
Sempat lama tidak beropersi, pada 1 Mei lalu bandara ini kembali didarati pesawat perintis C- 212 Seri 200 milik PT Smac (Sabang Merauke Raya Air Charter) yang membuka rute penerbangan, Masamba-Makassar, Masamba-Rampi, dan Masamba-Seko.
Penerbangan perdana tersebut merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk membuka isolasi di daerah terpencil karena jika melalui darat akan sangat sulit ditempuh.
Sulham menjelaskan tokoh masyarakat di Luwu Utara merasa bersyukur atas kehadiran pesawat perintis tersebut karena selain dapat memberikan kemudahan menuju Masamba, juga bisa meringankan biaya.
"Biasanya kalau ke Masamba, saya lalui dua malam dengan kendaraan ojek, kalau jalan kaki bisa tiga malam melalui hutan. Sekarang dengan hadirnya pesawat ini, cukup 20 menit sudah tiba di Masamba," katanya.
(T.PSO-099/A033)
