Makassar (ANTARA) - Berjalan menyusuri jalur khusus yang tersedia membuat seorang pelanggan tuna netra merasa makin prima untuk mendapatkan pelayanan di GraPARI Makassar, apalagi menerima sapaan hangat mulai dari security hingga customer service.
Adalah Muhammad Ilham, seorang tunanetra low vision yang hendak mengakses pelayanan di GraPARI karena kehilangan kartu seluler. Jalur khusus itu, menurutnya merupakan salah satu wujud dari keramahan Telkomsel kepada kaum rentan seperti dirinya.
Ditemani seorang keluarga, Ilham tak canggung mengakses layanan, sebab kedatangannya ke kantor GraPARI Makassar bukan yang pertama kali. Dia telah memperoleh langsung layanan Telkomsel sebanyak tiga kali di Kantor GraPARI, terhitung sejak 2019.
Dia pun menjumpai keramahan para pegawai Telkomsel yang memberikan layanan prioritas kepada Ilham dan teman-teman disabilitas lainnya. Mulai dari tidak antri, pelayanan cepat dan ketersediaan ruangan khusus bagi kaum rentan seperti disabilitas, ibu hamil dan lansia (lanjut usia).
Kurang dari sejam, Ilham telah berhasil memperoleh solusi dari masalah yang diadukannya ke GraPARI Makassar. Sebagai pelanggan setia Telkomsel, Ilham mengaku cukup mudah menemukan berbagai solusi terkait kartu selulernya yang telah ia gunakan sejak tujuh tahun lalu.
"Pernah beberapa kali ke GraPARI Makassar, pelayanannya sangat bagus untuk disabilitas. Ramah-ramah ki' pegawainya," ujar pria yang telah menjalani hidup dengan sisa-sisa penglihatan sejak lahir atau disebut low vision.
Bagi mahasiswa Komunikasi Universitas Hasanuddin Makassar ini, kepedulian Telkomsel kepada pelanggan telah tercermin dari sumber daya manusia (SDM) yang disiapkan, fasilitas ramah disabilitas, hingga penguatan sistem layanan. Pelayanan kepada pelanggan semakin menegaskan posisi Telkomsel sebagai sebuah perusahaan telekomunikasi inklusif yang maju dan berintegritas di Indonesia.
Ilham mengisahkan, pembaharuan layanan di GraPARI Makassar cukup terasa dari tahun ke tahun, terbukti dari tiga kali mengakses layanan, mulai 2019, 2023 dan 2025. Pelayanan ramah disabilitas itu pula yang membuatnya setia terhadap Telkomsel.
Berbagai solusi dibutuhkan terhadap permasalahan dari kartu selulernya, mulai pengajuan kehilangan kartu, update masa aktif hingga mempertanyakan sejumlah fitur dari platform digital My Telkomsel.
Sebagai penyandang disabilitas low vision, Ilham juga aktif menggunakan berbagai fitur yang tersedia di aplikasi My Telkomsel, seperti berlangganan Netflix, mengakses paket menarik dengan bonus frame video dan fitur lainnya sesuai kebutuhan.
Selain meringkas waktu, jarak dan energi, layanan digitalisasi Telkomsel tersebut terbukti sangat mempermudah masyarakat, khususnya kaum disabilitas dalam memperoleh layanan. Berbagai fitur di My Telkomsel menegaskan komitmen Telkomsel untuk selalu menghadirkan pelayanan terbaik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Hal ini sesuai dengan tema Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025 yakni "Semangat Melayani Indonesia". Telkomsel mengedepankan dedikasi dan energinya dalam melayani sepenuh hati, memberikan pelayanan terbaik dan inovatif bagi seluruh pelanggan, khususnya kaum disabilitas.
Pada momen Hari Pelanggan Nasional 2025, Telkomsel menghadirkan berbagai program menarik di GraPARI, termasuk pengalaman 5G yang edukatif dan interaktif, voucher khusus untuk transaksi di MyGraPARI dan GraPARI Online, serta layanan instalasi IndiHome satu hari selesai bagi pelanggan baru.
Kemudian bagi pelanggan baru Telkomsel Halo dan pelanggan yang membeli produk Orbit akan mendapatkan beragam e-voucher yang menarik.
Dengan semangat melayani Indonesia, Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan konektivitas, layanan, dan solusi yang inovatif dan unggul bagi semua orang, setiap rumah, dan kegiatan bisnis.
Ilham yang kini berusia 23 tahun memiliki harapan besar kepada Telkomsel melalui gerai GraPARI agar kompatibilitas layanan semakin diperluas, keramahan layanan ke disabilitas dipertahankan dan layanannya lebih meningkat lagi. Ini semua menjadi keunggulan Telkomsel yang tidak semua dimiliki sebuah perusahaan.
"Pelayanan Telkomsel sejauh ini sudah sangat prima bagi pelanggan apalagi bagi kami difabel, tetapi penilaian masyarakat cukup dinamis sehingga diharapkan pelayanannya semakin baik setiap tahun," ujar Ilham.
Penguatan kualitas SDM
Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi ujung tombak dalam sebuah sistem pada setiap bisnis, guna melahirkan produk hingga layanan terbaik yang diakui bermanfaat untuk masyarakat.
GM Costumer Care Retention Telkomsel Area Pamasuka Arief Hidayatus Sefian
menyebut SDM menjadi kunci utama dalam pemberian layanan ke masyarakat sekaligus menjadi representatif sebuah perusahaan yang mencerminkan komitmen untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Arief mengemukakan Costumer Services (CS) atau layanan pelanggan Telkomsel di GraFARI telah dibekali pengetahuan dasar untuk berkomunikasi dengan penyandang disabilitas, khususnya bagi tuna wicara.
Pembelajaran bahasa isyarat telah menjadi keharusan bagi setiap CS di seluruh GraPARI. Lebih dari itu, Telkomsel Pamasuka (Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan) bahkan menyiapkan dua gerai khusus yang fokus terhadap layanan disabilitas, yakni GraPARI Maros, Sulawesi Selatan dan GraPARI Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kendati pelayanan umum juga tetap diberikan.
Bagi pelanggan disabilitas, Telkomsel juga telah menyiapkan jalur yang didesain khusus bagi pengguna kursi roda untuk mempermudah akses layanan. Disiapkan pula ruang prestise bagi pelanggan rentan, dan paling utama ialah SDM yang mumpuni dalam berkomunikasi serta memberikan pelayanan bagi kaum istimewa, mulai dari pihak keamanan (security), greeter (penyambut) dan CS.
"Kepercayaan pelanggan menggunakan langsung layanan secara offline itu masih sangat tinggi sehingga fasilitas fisik tetap pula jadi hal paling utama, sembari kanal-kanal digital di My Telkomsel juga terus kita tingkatkan," ujarnya.
Pelayanan langsung ke masyarakat terbukti masih sangat diminati dengan rencana pembangunan gerai GraPARI di tiga area wilayah Pamasuka, di antaranya Pulau Obi di Halmahera Selatan, Maluku Utara yang merupakan area pertambangan nikel dengan sebanyak 24 ribu pekerja serta area penambangan di Morowali, Sulawesi Tengah.
Pelayanan Telkomsel kepada kaum rentan yang telah mengantongi apresiasi juga memberikan pengalaman berharga bagi CS maupun pihak-pihak yang memberikan langsung pelayanan.
Seperti kisah Tim Leader GraPARI Maros Andi M Fadel yang pernah melayani tiga kali penyandang disabilitas, yakni dua pelanggan tuna rungu dan seorang tuna netra.
Melayani sepenuh hati dengan niat membantu menjadi ciri khas utama CS Telkomsel, apalagi bagi kaum istimewa seperti disabilitas. Menganggap hal ini sebagai tantangan dalam melayani karena memberikan pengalaman tersendiri dan menambah wawasan dalam memberikan pelayanan.
Kendati membutuhkan waktu ekstra melayani, namun bagi Fadel, hal itu bukanlah sebuah masalah berarti, sebab dia pun dengan senang hati melakukan berbagai upaya agar masalah yang dihadapi pelanggan disabilitas bisa segera terselesaikan sehingga tidak lagi mengeluarkan energi untuk kembali mengakses layanan.
"Karena cukup menarik, sehingga ini menambah wawasan dan tentu ada kepuasan sendiri karena mereka istimewa dan tentu butuh dukungan yang lebih besar, namun di situlah letak kenikmatan kami melayani agar pelanggan puas," urainya.


