Logo Header Antaranews Makassar

Kelompok makanan picu deflasi 0,17 persen di Sulsel

Kamis, 2 Oktober 2025 05:08 WIB
Image Print
Arsip. Aktivis pedagang di Pasar Pabaeng-baeng Kota Makassar. (ANTARA/Arnas Padda)

Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat tingkat perekonomian provinsi itu pada awal September 2025 terjadi deflasi 0,17 persen secara bulanan atau month to month (mtm) karena turunnya harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Kepala BPS Sulsel Aryanto di Makassar, Rabu, mengatakan deflasi Sulsel terjadi karena kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang andil yang cukup besar yakni 0,23 persen.

"Secara nasional umumnya itu inflasi dan di Sulsel deflasi 0,17 persen dan itu disumbang dari kelompok makanan, minuman dan tembakau,” ujarnya.

Aryanto menerangkan penurunan harga beberapa komoditi seperti tomat, cabai rawit, beras, bawang merah dan ikan memberikan dampak dalam inflasi bulanan atau secara month to month (mtm).

Ia menambahkan penyumbang utama deflasi bulan September 2025 secara mtm adalah kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,23 persen terhadap inflasi.

"Adapun komoditas penyumbang deflasi adalah tomat, cabai rawit dan beras yang masing-masing sebesar 0,09 persen, 0,07 dan 0,05 persen," katanya.

Sementara untuk tahunan atau year on year (yoy) Agustus 2025 tingkat inflasi disebabkan oleh andil kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,67 persen dengan komoditas penyumbang utama pada kelompok ini yakni beras.

"Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten
Luwu Timur sebesar 4,37 persen dengan IHK sebesar 110,49 dan terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 2,7 persen dengan IHK sebesar 108,52," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026