Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar lomba Katinting Race sebagai salah satu upaya pelestarian budaya maritim Suku Bugis Makassar sebagai rangkaian HUT ke 356 provinsi itu.
Katinting Race merupakan lomba perahu motor tradisional yang menjadi ikon budaya maritim Sulawesi Selatan. Lomba ini menggabungkan unsur kecepatan, skill pengemudi, kondisi laut atau ombak dan tradisi lokal.
"Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Tetap junjung tinggi sportivitas dan jadikan lomba ini sebagai ajang mempererat silaturahmi,” ujar Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pada pembukaan Katinting Race 2025 di Makassar, Jumat.
Kegiatan tersebut, lanjut dia, merefleksikan ketangguhan serta kreativitas pelaut Bugis-Makassar dalam menaklukkan ombak dan mengarungi lautan. Giat ini sekaligus menjadi ajang olahraga dan hiburan bagi masyarakat.
Selain dari komunitas nelayan dan pembalap perahu Katinting dari wilayah Sulawesi Selatan, kegiatan itu juga diikuti oleh peserta dari provinsi lain, seperti Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara.
Pendaftaran peserta untuk 2025 dibuka gratis bagi komunitas nelayan dan masyarakat umum. Kegiatan ini digelar pada 24-26 Oktober 2025.
Para peserta memperebutkan Piala Gubernur Sulsel, uang pembinaan, dan hadiah mesin bagi para juara. Adapun total hadiah sekitar Rp100 juta.
"Kami dari Pemprov Sulsel sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini sebagai rangkaian HUT Sulsel untuk memperkuat silaturahmi, khususnya bagi para nelayan kita," ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono serta sejumlah unsur Forkopimda Sulawesi Selatan.

Lestarikan budaya maritim, Pemprov Sulsel gelar Katinting Race

Perlombaan Katinting Race dalam rangka HUT 356 Sulsel di Pantai CPI Makassar, Sulsel, Jumat (24/10/2025). ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel
