Makassar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar meningkatkan pengawasan pada wilayah kepulauan di tengah cuaca ekstrem yang sangat berisiko terhadap aktivitas kelautan.
Kepala BPBD Kota Makassar Fadli Tahar di Makassar, Kamis, menyampaikan bahwa patroli terus dilakukan hingga 24 jam, termasuk menyisir area pinggir pantai dan melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di laut.
"Kami terus lakukan patroli, ada dua perahu yang kami siapkan untuk menyisir pesisir pantai dan sejumlah pulau di Kota Makassar, termasuk ada empat posko selama 24 jam," ujarnya.
Di tengah cuaca ekstrem yang terjadi, diakui Fadli, kecelakaan dan bencana cukup banyak di area perairan dan laut, untuk itu BPBD Makassar harus merespons cepat dengan kesiapsiagaan sesuai arahan Wali Kota Makassar atas kebutuhan masyarakat.
Kesiapsiagaan ini mencakup peningkatan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang, serta kejadian darurat di wilayah perairan, yang berisiko meningkat seiring intensitas hujan dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Sementara persiapan BPBD Makassar seperti peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan, menyiapkan peralatan terbaik, memeriksa dan menyiapkan kembali peralatan yang dibutuhkan sehingga saat kejadian melakukan respons cepat.
Sejauh ini, kata Fadli, telah banyak menerima aduan masyarakat dan segera direspons. Termasuk beberapa kedaruratan di perairan Makassar, seperti nelayan yang terkena petir, perahu nelayan yang mesinnya mati di tengah laut, hingga orang hilang di area sungai.
Maka dari itu, Fadli menegaskan agar masyarakat tidak melakukan wisata laut dan mengurangi aktivitas melaut di tengah cuaca ekstrem saat ini. Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan kecepatan angin mencapai 14 knot dengan tinggi gelombang laut mencapai tiga meter.
"Jika harus melakukan aktivitas di laut seperti penyeberangan, harus menyiapkan life jacket sesuai aturan dan memperketat persiapan seperti mengecek kondisi mesin dan kapal. Jika pun tertimpa bencana segera hubungi BPBD melalui Lontara dan tetap mengikuti imbauan pemerintah," urainya.
BPBD Makassar telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) secara bergilir, memastikan posko dan call center aktif nonstop, serta menempatkan armada dan peralatan SAR dalam kondisi siap operasi. Koordinasi dengan unsur terkait seperti Basarnas, TNI-Polri, Damkar, dan relawan kebencanaan juga terus diperkuat.
Baca juga: Wali Kota Makassar : Siaga 24 jam saat cuaca ekstrem

BPBD Makassar tingkatkan pengawasan kepulauan

Aktivitas pengawasan personil BPBD Makassar di perairan Makassar terhadap cuaca ekstrem. (ANTARA/HO-BPBD Makassar)
