Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terus memperkuat jejaring dan kualitas layanan kesehatan melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) dalam pengembangan Interprofessional Education (IPE).
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, di Makassar, Kamis, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat sistem layanan kesehatan melalui kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi.
"Interprofessional Education (IPE) ini adalah pendekatan pendidikan berbasis kolaborasi lintas profesi kesehatan untuk menciptakan layanan yang lebih efektif, holistik, dan berkesinambungan," ujarnya.
Munafri Arifuddin mengatakan pertemuan dengan pihak pengelola Academic Health Center Universitas Muslim Indonesia (AHC-UMI) membahas penguatan AHC sebagai model integrasi pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ia menyatakan, melalui konsep Interprofessional Education (IPE), mahasiswa dan tenaga kesehatan dari berbagai disiplin ilmu didorong untuk belajar, bekerja, dan berinovasi secara bersama sejak dini.
"Kami berharap kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan kota yang lebih terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Makassar sebagai kota unggul dalam pelayanan publik berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi," katanya.
Menurut dia, kolaborasi dengan AHC-UMI mampu memperkuat peran puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Makassar.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Ia menegaskan, sejumlah persoalan kesehatan utama di Kota Makassar harus ditangani secara kolaboratif, terutama stunting, tuberkulosis (TBC), dan HIV yang hingga kini masih menjadi tantangan serius.
"Persoalan stunting tentu harus kita selesaikan bersama-sama. Begitu juga TBC yang angkanya cukup tinggi, termasuk HIV. Ini semua butuh sentuhan langsung ke tengah masyarakat," ucapnya

