Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar tetapkan status siaga bencana terkait cuaca ekstrem

Senin, 12 Januari 2026 18:39 WIB
Image Print
Awan gelap bergelayut di langit Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/12/2025). ANTARA/Arnas Padda

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan menetapkan status siaga bencana seiring dengan peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan di daerah setempat hingga bulan depan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Senin, mengatakan penetapan status siaga langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu peningkatan curah hujan.

"Setelah dilakukan rapat koordinasi untuk melihat kondisi cuaca yang terjadi sekarang dan ke depannya, kita sudah sepakat bahwa hari ini Kota Makassar berada pada tahapan siaga," ujarnya.

Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil berdasarkan sumber data ilmiah dan analisis resmi disampaikan BMKG.

Pemerintah Kota Makassar menjadikan rekomendasi BMKG sebagai dasar utama menetapkan langkah kebencanaan.

"Hasil keputusan ini benar-benar diperoleh dari data analisis teman-teman BMKG. Ini bukan keputusan sepihak, tetapi keputusan berbasis data dan kajian ilmiah," katanya.

Dengan ditetapkannya status siaga Kota Makassar, pemkot setempat bersama unsur terkait diharapkan dapat meningkatkan kesiapan personel, sarana, dan prasarana penanggulangan bencana, serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dalam waktu dekat.

Ia berharap, penetapan status siaga menjadi perhatian serius seluruh masyarakat Kota Makassar, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara mandiri, terutama menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar.

"Kami berharap masyarakat bisa melihat kondisi ini, memperhatikan keadaan yang ada, mawas diri, menjaga lingkungan, serta menjaga keluarga agar tingkat keselamatan kita semua bisa terjaga dengan baik," kata Appi --sapaan akrab Munafri itu.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya drainase dan area sekitar permukiman, sebagai upaya meminimalisasi risiko genangan dan banjir.

Ia menyampaikan bahwa penjelasan teknis terkait kondisi cuaca, potensi risiko, serta langkah mitigasi sudah disampaikan secara lebih rinci oleh pihak BMKG agar masyarakat memperoleh pemahaman yang komprehensif.

"Sehingga penetapan status siaga ini, bisa dipahami secara utuh oleh masyarakat," ucap Munafri.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026