Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat ekosistem rempah berbasis petani lokal dan penguatan kolaborasi lintas sektor guna mendongkrak ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi di Makassar, Selasa, mengatakan Sulsel memiliki kekayaan komoditas rempah yang beragam dan berpotensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
“Sulsel memiliki sejarah panjang sebagai salah satu wilayah penghasil rempah. Ini bukan sekadar komoditas, tetapi identitas dan kekuatan ekonomi daerah yang harus kita bangkitkan kembali,” ujarnya saat bersilaturahmi dengan Pengurus Wilayah Dewan Rempah Kejayaan Indonesia (DRKI) Sulawesi Selatan di Rujab Wagub.
Menurut mantan Wakil Wali Kota Makassar ini, upaya mengembalikan kejayaan rempah tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan, mulai dari hulu hingga hilir.
Ia juga mendorong DRKI untuk aktif melakukan sosialisasi, edukasi, serta penyebaran informasi terkait potensi dan pengembangan komoditas rempah di Sulawesi Selatan. Mulai dari cengkeh, pala, lada, kayu manis, hingga berbagai komoditas rempah lainnya.
"Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk mengembalikan kejayaan rempah di tanah Sulawesi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fatmawati berharap pengembangan sektor rempah dapat memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan petani, memperkuat rantai pasok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
“Kami berharap adanya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat, agar pengembangan rempah ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani dan ekonomi Sulsel,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DRKI Sulawesi Selatan Andi Nurhidayati Zainudin, menyampaikan pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar seminar pengembangan rempah, dengan Wakil Gubernur Sulsel direncanakan hadir sebagai keynote speaker.
“Kita tahu bagaimana kejayaan rempah-rempah di Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan. Sayangnya, masih terdapat keterbatasan informasi terkait pemasaran dan peningkatan kualitas produk. Karena itu, kami ingin berkolaborasi dengan pemerintah untuk membangun kembali kejayaan tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan Sulawesi Selatan memiliki potensi strategis komoditas rempah seperti nilam, cengkeh, pala, lada, vanila, dan komoditas lainnya yang perlu dikembangkan secara terencana dan berkelanjutan.
Melalui Dewan Rempah Kejayaan Indonesia, pihaknya berkomitmen memperjuangkan kepentingan petani dan pelaku usaha rempah agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.
“Kami akan memulai dengan agenda seminar yang melibatkan pelaku usaha, petani, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dalam mengembangkan rempah Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

