Logo Header Antaranews Makassar

Indetifikasi korban pesawat ATR di Bulusaraung Pangkep segera diumumkan

Sabtu, 24 Januari 2026 04:56 WIB
Image Print
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (tiga kiri), Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro,(tiga kanan), Kepala Biro Lab Dokkes Polri Brigjen Sumy Hastri Purwanti (dua kanan) Pangkodau II Marsda TNI Mochamad Untung Suropati (dua kiri) Kabiddokes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris (kanan) dan Kapusident Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi (kiri) saat konferensi pers serah terima hasil evakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR untuk diidentifikasi di Posko DVI Gedung Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengharapkan seluruh korban yang diserahkan kepada tim gabungan Disaster Victim Identification (DVI) sebanyak tujuh kantong di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel dapat segera diumumkan hasil identifikasi guna memberikan kepastian ke pihak keluarga.

"Kami berharap DVI dapat segera menyampaikan press release (informasi identifikasi) terkait kepastian seluruh korban," ujarnya saat serah terima jenazah korban kecelakaan pesawat untuk diidentifikasi, di Posko DVI, Gedung Biddokkes Polda Sulsel Jalan Kumala Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

Ia menegaskan, seluruh korban yang telah ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan dalam operasi SAR kecelakaan pesawat ATR di hari ketujuh pencarian di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, jenazahnya ada utuh maupun potongan atau disebut body part.

Semua korban yang ditemukan tim gabungan di lokasi di bawah kedalaman lereng gunung memasukkan ke dalam kantong guna memudahkan evakuasi. Sehingga di namai paket untuk memastikan para korban telah dievakuasi.

"Kami pastikan bahwa tujuh kantong yang dievakuasi hari ini berisi jenazah utuh, bukan potongan seperti temuan sebelumnya," paparnya kepada wartawan saat konferensi pers penyerahan jenazah korban untuk diidentifikasi di Gedung Biddokkes setempat.

Baca juga: Tujuh paket kantong korban pesawat ATR dievakuasi ke DVI untuk identifikasi

Baca juga: Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR di Bulusaraung ditutup

Kendati demikian, dengan ditemukan seluruh korban pada insiden tersebut operasi SAR selama tujuh hari sesuai aturan dapat ditutup, namun bisa diperpanjang. Tetapi, mengingat seluruh korban sebanyak 10 orang dalam pesawat itu, maka operasi ditutup.

"Tapi, apabila di kemudian hari masyarakat, seperti pencari madu yang melintasi wilayah ekstrim menemukan bagian tubuh korban atau serpihan pesawat dan dapat dipertanggungjawabkan laporannya, maka hal tersebut akan menjadi prioritas evakuasi kami," tuturnya.

Hingga saat ini, seluruh tim SAR di lapangan yang dikoordinasikan oleh SMC (SAR Mission Coordinator), kata Syafii, bekerja dengan baik. Seluruh unsur TNI, Polri, Basarnas, serta potensi SAR lainnya bergerak sesuai tugas masing-masing dan terkoordinasi oleh Basarnas.

Dalam operasi, lanjut dia, penyisiran lokasi dilaksanakan tim menyapu wilayah yang telah dipetakan, secara cermat dan maksimal, meskipun medan sangat ekstrem, dengan kemiringan hingga 90 derajat, aliran sungai, bebatuan licin, dan vegetasi rapat.

"Setiap indikasi seperti bercak darah atau temuan lain akan langsung diamankan oleh tim SAR," ucap mantan Asisten Personal Panglima TNI ini menekankan.

Kepala Biro Lab Dokkes Polri Brigjen Sumy Hastri Purwanti menyampaikan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengidentifikasi tujuh jenazah yang telah dikirim kepada tim DVI secepatnya.

"Apabila sudah ada gambaran dan identifikasi dapat dibuktikan secara ilmiah, hasilnya akan kami sampaikan," katanya menambahkan.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Basarnas harap indetifikasi korban pesawat ATR segera diumumkan



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026