
Viral, dua legislator DPRD Makassar diduga main judol

Makassar (ANTARA) - Badan Kehormatan DPRD Kota Makassar menggelar rapat sidang klarifikasi terhadap dua anggota legislatif yang diduga bermain judi online (judol) saat berada dalam mobil perjalanan pulang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin usai videonya viral di media sosial.
"Sudah kami gelar rapat di Badan Kehormatan (BK) berkaitan dengan adanya dugaan tersebut," ujar Ketua BK DPRD Makassar William Laurin di Makassar, Jumat.
Dua legislator itu diketahui masing-masing Andi Suharmika menjabat Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua Banggar DPRD Kota Makassar dan Anggota DPRD Kota Makassar Fasruddin Rusli telah menjalani sidang klarifikasi atas dugaan tersebut.
"Setelah klarifikasi, kami simpulkan saudara Fasruddin Rusli kurang cermat dan kurang bijak dalam menggunakan media sosial yang menimbulkan kegaduhan. BK memberikan sanksi berupa teguran tertulis," tuturnya.
Sedangkan Ketua Banggar DPRD Makassar Andi Suharmika dari hasil pemeriksaan bahwa yang bersangkutan berdalih tidak bermain judi, melainkan hanya iklan judol yang melintas di ponselnya.
"Setelah dilakukan klarifikasi bahwa Pak Andi Suharmika saat itu dalam perjalanan pulang dari tugas dinas. Jadi kesimpulan kami, beliau tidak melakukan pelanggaran apa pun," tutur William
Alasan dari bersangkutan, saat dijemput dengan mobil dinas, Fasruddin Rusli ikut menumpang di mobil Andi Suharmika dari Bandara Hasanuddin. Namun, ia beralasan di saat bersamaan ketika membuka ponselnya muncul otomatis iklan judol.
Karena kepadatan kendaraan keluar bandara, ada orang yang merekam video detik-detik keduanya diduga bermain judo. Belakangan, video itu tersebar lalu viral di medsos.
"Itu bukan berarti bersangkutan bermain judi. Itu iklan yang muncul secara otomatis saat membuka media sosial. Karena menimbulkan pertanyaan kepada publik, maka kami menilai perlu ada teguran,"paparnya.
Atas dugaan tersebut, William mengingatkan kepada seluruh anggota DPRD Kota Makassar agar lebih berhati-hati memainkan media sosial, apalagi setiap aktivitas dewan dapat dengan mudah disalahartikan masyarakat.
"Kami meminta seluruh anggota DPRD agar lebih bijak juga cermat menggunakan media sosial, sebab dampaknya meski tidak melakukan itu, dapat menimbulkan kegaduhan ke pubik," katanya.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor:
Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
