Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Pangkep Ikuti Tes Kepatutan PDI-P Sulsel

Kamis, 12 Februari 2015 17:54 WIB
Image Print
Bakal Calon Bupati petahana Kabupaten Pangkep Syamsuddin A Hamid usai menjalani uji kemampuan dan kepatutan di sekertariat pemenangan PDIP Sulsel di Makassar, Kamis (12/2) (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Saya mendaftar dulu ikut tes, kalau lulus mudah-mudahan didukung PDIP...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Bupati Kabupaten Pangkajene Kepulauan atau Pangkep Syamsuddin A Hamid menjalani fit and propertes atau uji kemampuan dan kepatutan di eks posko pemenangan Jokowi-JK jalan Urip Sumoharjo Makassar, Kamis.

Ujian tersebut tertutup dan berlangsung selama dua jam, sejumlah pertanyaan yang diajukan mampu dijawab, namun hasil tes tersebut masih akan di tentukan di tingkat DPP PDI Perjuangan.

"Saya mendaftar dulu ikut tes, kalau lulus mudah-mudahan didukung PDIP," kata politisi Golkar ini usai menjalani tes di sekertariat pemenangan PDIP.

Saat ditanyai mengapa memilih PDIP sebagai kendaraan politik, sementara dirinya merupakan kader Golkar, apakah sudah ada penyampaian dari pengurus wilayah terkait keiginannya tersebut, kata dia, tidak ada keinginan meninggalkan Golkar.

"Saat ini kan belum ada sinyal dibukanya pendaftaran di Golkar. Tentu saya tidak akan meninggalkan Golkar, tapi kita lihat sendiri kondisi daerah, semua calon bupati pasti mengira-ngira kendaraan mana yang bisa memenangkannya. Saya akui Presiden kan dari PDIP," tuturnya.

Sementara Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulawesi Selatan menyatakan penentuan Calon Bupati yang nantinya diusung PDIP berdasarkan keputusan DPP Pusat.

"DPP PDIP memutuskan siapa yang nanti diusung pada Pemilihan Kepala Daerah 2016 mendatang," ujar Wakil Ketua DPD I PDIP Sulsel Bidang Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu), Muhammad Iqbal Arifin di Makassar.

Disela pelaksanaan uji Kemampuan dan Kepatutan di kantor pemenangan eks Jokowi-JK jalan Bawakaraeng Makassar, Arifin mengatakan, beberapa tahapan harus dijalani setiap bakal calon bupati agar bisa diusung oleh PDIP, seperti survei serta uji kemampuan dan kepatutan.

"Hasil ini akan diserahkan ke DPP. Siapa bakal calon yang lolos untuk diusung pada pilkada itu ditetapkan DPP pusat. Namun DPP tetap meminta pertimbangan dari DPD PDIP Sulsel," katanya.

Pendaftaran bakal calon bupati di partai berlogo banteng moncong putih itu, lanjutnya, dibuka secara umum sampai waktu yang belum ditentukan. Tetapi, PDIP tidak membeda-bedakan setiap orang yang mendaftar sebagai bakal calon di PDIP.

"Baik dari internal maupun ekternal PDIP, diperlakukan sama, baik berstatus petahana atau incumbent dengan figur baru," ujarnya.

Iqbal menyatakan, PDIP lebih mengutamakan komunikasi politik dengan calon bupati yang akan diusung dengan simbiosis mutualisme atau saling membutuhkan satu sama lain antara partai dengan calon usungan.

Diketahui, DPD I PDIP Sulsel melakukan penjaringan terhadap lima calon bupati dari daerah. Seperti dari Kabupaten Barru, Gowa, Pangkep, Luwu Utara, serta Luwu Timur.

Ada tujuh petahana baik berstatus bupati maupun wakil bupati ikut ambil bagian pada tes tersebut, yakni Bupati Kabupaten Barru Andi Idris Syukur dan wakilnya Andi Awar Aksa. Bupati Kabupaten Pangkep Syamsuddin Hamid dan wakilnya Rahman Assagaf.

Selanjutnya Bupati Luwu Utara Arifin Junaedi dan wakilnya Indah Putri Indriani, dan Wakil Bupati Luwu Timur Thoeriq Husler. FC Kuen



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026