Logo Header Antaranews Makassar

Sonasi Rumput Laut Segera Dilakukan

Sabtu, 1 Agustus 2009 05:53 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, segera melakukan sonasi terhadap budidaya rumput laut yang berada di sepanjang pantai di kabupaten berjuluk Butta Toa ini.

Sonasi dilakukan untuk memperindah pantai dan peningkatan produksi serta kualitas, kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bantaeng, H Abd Latief Naikang di depan petani rumput laut dan mahasiswa di Bantaeng, Jumat.

Pihaknya, lanjutnya, sedang giat melakukan sosialisasi agar petani rumput laut dan masyarakat pada umumnya mengetahui program yang dilakukan bekerjasama Fakultas Perikanan Unhas tersebut.

Pelaksanaan sonasi itu sendiri akan ditanggung Pemda sebab tali dan botol-botol yang selama ini terlihat mengapung akan diganti dengan bahan yang terbuat dari bahan fiber yang berwarna-warni sehingga pantai akan terlihat indah.

Selain penggantian secara gratis, Pemda juga akan menyiapkan fasilitas perahu masing-masing satu unit untuk satu kelompok guna memudahkan mobilisasi produksi rumput laut hasil petani tersebut, urainya.

Melalui program penataan itu, tim akan melakukan pemetaan potensi yang disesuaikan dengan kondisinya agar produksi rumput laut bisa lebih berkualitas. Untuk itu, Pemda berharap, setiap kawasan akan dilengkapi penangkaran untuk menjaga kualitas tersebut.

Ini penting sebab Kabupaten Bantaeng ditunjuk pusat sebagai daerah pengembangan dan pengolahan rumput laut Indonesia, ujarnya.

Menyiggung kekhawatiran terhadap kemungkinan penggusuran, Kadis Perikanan dan Kelautan Bantaeng menampiknya.

"Tidak ada penggusuran dalam sonasi. Yang ada hanya penataan karena rumput laut merupakan salah satu komoditi unggulan daerah," ujarnya.

Ia juga mengatakan, meski Korong Batu akan dijadikan kawasan wisata pantai, namun bukan berarti petani rumput laut akan dirugikan, ucapnya.

Dia menegaskan, semua kawasan sepanjang pesisir akan ditata, namun tidak merugikan petani. Pemda sangat serius dalam penataan, selain akan mencegah pemandangan kotor dan kumuh, juga untuk peningkatan produksi dan kualitas rumput laut itu sendiri.

Khusus penataan rumput laut yang berada di kawasan Korong Batu yang akan dikembangkan menjadi kawasan wisata pantai, Kadis Perikanan dan Kelautan mengatakan, penataan akan dilakukan di areal sepanjang 350 meter keluar. Jarak tersebut dinilai cukup aman dan tidak terganggu kegiatan pantai, ujarnya.
(T.PSO-099/F003)