
ESDM dan BPS Sulbar data pelanggan listrik diintegrasikan DTKS

Mamuju (ANTARA) - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan program pendataan pelanggan listrik yang diintegrasikan Database Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Pendataan pelanggan listrik terintegrasi dengan DTKS ini sebagai upaya meningkatkan akurasi penyaluran bantuan listrik bagi masyarakat kurang mampu," kata Kepala Dinas ESDM Sulbar Bujaeramy Hassan di Mamuju, Rabu.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Gubernur Sulbar Suhardi Duka itu, BPS Sulbar memaparkan rencana pendataan pelanggan listrik yang akan dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah Sulbar bersama dengan PT PLN (Persero).
Data yang dihasilkan dari pendataan tersebut, menurut Bujaeramy, nantinya akan dikoneksikan dengan DTKS untuk memastikan bahwa sasaran penerima bantuan listrik tepat guna dan tepat sasaran.
Integrasi data pelanggan listrik dengan DTKS, ujar dia, akan memudahkan proses verifikasi dan validasi calon penerima bantuan listrik, baik melalui program APBD maupun program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis dari pemerintah pusat.
Hal itu, lanjutnya, sejalan dengan komitmen Pemprov Sulbar untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan mengentaskan kemiskinan di Sulbar
“Kami optimistis, pendataan terintegrasi dari BPS yang dikoneksikan dengan DTKS, penyaluran bantuan akan lebih akurat dan transparan,” ujar Bujaeramy.
Sementara, itu Kepala BPS Sulbar Suri Handayani menyampaikan bahwa pendataan pelanggan listrik itu merupakan bagian dari upaya BPS untuk mendukung pembangunan berbasis data di Sulbar.
Data yang dihasilkan, menurut dia, tidak hanya akan digunakan untuk program kelistrikan, tetapi juga untuk berbagai program pembangunan lainnya yang membutuhkan data kependudukan dan kesejahteraan sosial yang akurat.
BPS Sulbar, lanjut dia, siap mendukung penuh program ini agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Sulbar
"BPS hadir bukan hanya sebagai penyedia data, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran," ujar Suri Handayani.
Gubernur Suhardi Duka menyambut baik langkah kolaboratif tersebut dan menekankan pentingnya akurasi data sebagai fondasi kebijakan pembangunan daerah.
"Data adalah dasar dari setiap kebijakan yang baik. Saya ingin kerja sama antara Dinas ESDM dan BPS ini terus diperkuat, agar setiap langkah pembangunan kita bisa terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat Sulbar " ujar Suhardi Duka.
Pertemuan itu, kata Gubernur, menjadi momentum penting bagi sinergi antara Dinas ESDM, BPS, dan Pemerintah Provinsi Sulbar dalam mewujudkan tata kelola bantuan listrik yang lebih terintegrasi, transparan dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
