
Sempat ditutup, 11 bandara perintis di Papua kembali beroperasi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan sebanyak 11 bandara perintis di wilayah Papua yang sempat ditutup setelah insiden penembakan yang menyebabkan tewasnya pilot dan kopilot, kini kembali beroperasi normal.
"Sudah dibuka kok, sudah dibuka, sudah dibuka," kata Menhub saat dikonfirmasi dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Kamis malam.
Penutupan sementara bandara-bandara tersebut sebelumnya dilakukan pemerintah sebagai langkah pengamanan menyusul insiden penembakan yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan di sejumlah wilayah terpencil Papua. Insiden penembakan saat itu terjadi pada Kamis (11/2).
Dudy menegaskan seluruh bandara yang terdampak kini telah dibuka kembali setelah adanya jaminan keamanan dari aparat yang memastikan aktivitas penerbangan dapat berlangsung dengan aman dan terkendali.
"Karena memang ada jaminan keamanan dari aparat," ujar Menhub.
Ia juga menyampaikan pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) guna menjaga stabilitas keamanan di sekitar bandara perintis tersebut secara berkelanjutan.
Menurut dia, dengan dibukanya kembali seluruh bandara tersebut, konektivitas transportasi udara di Papua dapat pulih sehingga mobilitas masyarakat serta distribusi logistik kembali berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
"Iya sudah dibuka, sudah dibuka. Nggak ada masalah. Memang kita koordinasi terus dengan pihak keamanan, TNI dan Polri," ucap Menhub.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menutup sementara 11 bandara perintis di wilayah Papua sebagai langkah preventif setelah insiden penembakan pilot dan kopilot, guna memastikan keselamatan penerbangan dan keamanan operasional bandara.
Berita selengkapnya : Menhub sebut 11 bandara sempat ditutup di Papua kembali beroperasi
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
