Logo Header Antaranews Makassar

Menhub : Sulsel menjadi provinsi pertama hadirkan Water Aerodrome di Indonesia

Senin, 11 Agustus 2025 19:20 WIB
Image Print
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Sekretaris Daerah Sulsel, serta sejumlah bupati dan wali kota pada groundbreaking pembangunan water aerodrome di Taman Andalan, kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Senin (11/08/2025). ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi provinsi pertama menghadirkan water aerodrome di Indonesia yang ditandai dengan peletakan prasasti pembangunannya di Taman Andalan, kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Senin.

Menhub Dudy mengapresiasi inisiatif Sulsel sebagai provinsi pertama di Indonesia yang membangun water aerodrome atau landasan terbang di air tersebut.

"Saya sangat bangga dengan Pak Gubernur Sulawesi Selatan dengan inisiasi dan inisiatifnya. Menjadikan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi provinsi yang pertama," kata Menhub saat groundbreaking pembangunan water aerodrome di Makassar.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan keberadaan water-based aerodrome akan menjadi langkah strategis membuka konektivitas dan aksesibilitas antarwilayah di Sulsel, khususnya daerah yang sulit dijangkau transportasi darat dan laut konvensional.

“Sulawesi Selatan memiliki garis pantai panjang dan gugusan pulau kecil dengan keindahan luar biasa, namun juga tantangan konektivitas. Infrastruktur ini akan menjadi titik sandar dan operasional armada seaplane, sekaligus mendukung sektor transportasi, logistik, pelayanan kesehatan darurat, hingga pariwisata,” ujar Menhub Dudy.

Pada kesempatan itu, Pemprov Sulsel juga meluncurkan uji coba terbang pesawat amfibi (seaplane). Satu unit pesawat Cessna 172S Skyhawk SP dengan kode registrasi PK-APO mendarat mulus di perairan CPI dalam rangkaian demo flight perdana.

"Demo flight ini tidak hanya unjuk kemampuan, tetapi juga memastikan keamanan, keselamatan, serta kesiapan operasional," ujarnya.

Pesawat Cessna yang digunakan berkapasitas empat penumpang, mampu terbang selama tiga jam, dengan kebutuhan landas hanya 700 meter untuk lepas landas dan 300 meter untuk mendarat.

Moda transportasi udara ini akan menjadi solusi cepat dan fleksibel bagi wilayah kepulauan Sulsel. Tahap awal, jalur seaplane untuk tujuan pariwisata akan menghubungkan Taka Bonerate (Selayar) dengan Labuan Bajo (Manggarai Barat, NTT).

“Kita ingin menjangkau daerah yang selama ini sulit diakses, bahkan untuk penanganan darurat seperti mengirim tenaga medis," kata Menhub.

Ia juga mengajak pelaku usaha dan maskapai untuk berinvestasi dalam pengembangan moda transportasi tersebut.

“Investasi ini bukan sekadar bernilai finansial, tetapi juga tabungan masa depan yang memberi manfaat bagi generasi mendatang,” kata Dudy.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Pemprov Sulsel dengan FlyJaya dan Star Wisata Air.

Pembangunan dan pengoperasian water aerodrome diharapkan menjadi tonggak baru sejarah transportasi Indonesia, sekaligus mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah selatan Nusantara.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026