Logo Header Antaranews Makassar

Sampah berserakan di Lapangan Syeh Yusuf Gowa

Minggu, 12 April 2026 07:36 WIB
Image Print
Suasana Lapangan Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. (ANTARA/Frotza Alifi)

Gowa (ANTARA) - Lapangan Syeh Yusuf kembali menjadi sorotan setelah tumpukan sampah terlihat tersebar di berbagai titik pada Minggu pagi. Area lapangan, taman, hingga pinggir jalan dipenuhi sisa aktivitas pengunjung Sabtu malam (malam Minggu), yang meninggalkan persoalan kebersihan cukup serius.

Pantauan di lokasi menunjukkan sampah plastik, kemasan makanan, dan gelas minuman berserakan, mengganggu kenyamanan warga yang datang untuk berolahraga. Beberapa pengunjung mengaku risih dengan kondisi tersebut.

“Pagi harusnya fresh, tapi ini malah lihat sampah di mana-mana,” ujar salah satu pengunjung.

Namun demikian, kondisi ini tidak sepenuhnya terjadi setiap hari. Berdasarkan keterangan warga dan pedagang sekitar, pada hari biasa (weekday), lapangan justru sudah dalam keadaan bersih sejak pagi hari, bahkan sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WITA.

“Kalau hari biasa, pagi-pagi itu sudah bersih sekali. Jadi sebenarnya bukan karena petugas kebersihannya yang kurang,” ungkap seorang pedagang.

Lonjakan sampah lebih disebabkan oleh membludaknya jumlah pengunjung pada akhir pekan, khususnya malam Minggu. Aktivitas di kawasan food court dan pasar pagi di sepanjang Jalan Syeh Yusuf turut menyumbang peningkatan volume sampah yang signifikan.

Salah satu pengunjung, Adha, menilai persoalan utama bukan pada sistem kebersihan, melainkan rendahnya kesadaran sebagian pengunjung. “Masalahnya itu di kesadaran. Banyak yang masih buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Ia berharap adanya langkah konkret seperti penambahan bak sampah di titik strategis, pemasangan spanduk imbauan, hingga penerapan aturan tegas berupa sanksi denda bagi pelanggar.

“Lapangan ini kan wajah Kota Gowa. Tempat olahraga, tempat event juga. Harus dijaga sama-sama,” tambahnya.

Sejumlah pedagang juga menyuarakan hal serupa. Mereka berharap pemerintah dapat menambah kuota tempat sampah agar lebih memadai, seiring meningkatnya jumlah pengunjung. Selain itu, pedagang juga menyarankan adanya regulasi yang mewajibkan mereka turut mengingatkan pembeli untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Kami ini tiap bulan bayar iuran, tapi kalau tempat sampah kurang, tetap saja susah. Kalau bisa ada aturan jelas, sekalian kami ikut bantu ingatkan pembeli,” kata salah satu pedagang.

Menariknya, muncul pula usulan dari pengunjung terkait pemanfaatan teknologi sebagai solusi pengawasan. Salah satu pengunjung menyarankan agar pihak pengelola, termasuk pemerintah daerah, memasang CCTV di beberapa titik strategis di kawasan Lapangan Syeh Yusuf. Selain untuk menjaga keamanan, CCTV tersebut diharapkan dapat memantau perilaku pengunjung, khususnya terkait pembuangan sampah sembarangan.

Bahkan, sebagai bentuk efek jera, diusulkan agar pelanggar yang tertangkap kamera dapat dikenai sanksi sosial, seperti pencetakan foto pelaku yang kemudian dipasang dalam bentuk spanduk sebagai peringatan publik.

“Kalau perlu dipasang CCTV, terus yang buang sampah sembarangan itu ditampilkan sebagai bentuk teguran. Biar ada efek jera. Kadang orang itu baru sadar kalau sudah kena malu,” ujar salah satu pengunjung.

Usulan tersebut dinilai sebagai langkah tegas sekaligus inovatif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih progresif, diharapkan Lapangan Syeh Yusuf dapat menjadi ruang publik yang tidak hanya ramai, tetapi juga tertib dan bersih.

Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan ini, kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan pengunjung menjadi kunci utama. Harapannya, Lapangan Syeh Yusuf tidak hanya menjadi pusat aktivitas warga, tetapi juga simbol kota yang bersih, tertata, dan siap menuju masa depan yang lebih baik bagi Kabupaten Gowa.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026