
Koperindag Sulbar perketat pengawasan depot air minum isi ulang

Mamuju (ANTARA) - Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Provinsi Sulawesi Barat memperketat pengawasan terhadap depot air minum isi ulang di sejumlah kabupaten di daerah itu untuk menjamin keamanan konsumen.
"Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas air minum tetap terjaga, sekaligus memberikan perlindungan bagi konsumen," kata Kepala Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag Sulbar Sri Andriani di Mamuju, Sabtu.
Pengawasan dilakukan di Kabupaten Polewali Mandar dan di Kabupaten Majene terhadap sejumlah depot air minum isi ulang di daerah itu.
Di Kabupaten Polewali Mandar, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perdagangan Sri Andriani, dan di Majene, tim dipimpin oleh pengawas perdagangan barang dan jasa Dinas Koperindag Provinsi Sulbar Jemmy.
Fokus pengawasan tidak hanya pada kualitas, tetapi juga kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan yang berlaku, terutama terkait perizinan dan standar operasional.
Dari hasil pantauan di lapangan, masih ditemukan sejumlah depot air minum yang belum melengkapi izin usaha sesuai ketentuan.
Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah agar seluruh pelaku usaha dapat beroperasi secara legal dan aman bagi masyarakat.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Koperindag akan menggelar sosialisasi secara daring yang akan melibatkan seluruh pelaku usaha depot air minum isi ulang di seluruh kabupaten di Sulbar.
'Kami ingin pelaku usaha tidak hanya berjalan, tapi juga tertib administrasi. Dengan begitu, masyarakat juga merasa lebih aman saat mengkonsumsi air minum isi ulang," ujar Sri Andriani.
Sosialisasi itu, kata Sri Andriani, juga menjadi ruang dialog bagi pelaku usaha agar lebih memahami proses perizinan dan tata niaga yang harus dipenuhi.
Melalui langkah tersebut Koperindag Sulbar berharap seluruh depot air minum isi ulang di daerah itu dapat memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga kualitas air tetap terjamin dan kepercayaan masyarakat terus terjaga.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
