
Kendala kereta api Sulsel pada pembebasan lahan

"Disinilah kemampuan Pemerintahan Daerah diuji terutama pembebasan lahan untuk jalur kereta api di Sulsel," ujarnya kepada wartawan saat menyampaikan hasil reses di Makassar, Rabu.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan Ajiep Padindang mengemukakan kendala yang dialami pembangunan jalur kereta api di Sulsel adalah pada pembebasan lahan.
"Disinilah kemampuan Pemerintahan Daerah diuji terutama pembebasan lahan untuk jalur kereta api di Sulsel," ujarnya kepada wartawan saat menyampaikan hasil reses di Makassar, Rabu.
Menurut dia, mengenai anggaran pembangunan infrastruktur sudah disiapkan pemerintah, hanya saja kendala utama pada pembebasan lahan. Untuk itu pemerintah daerah harus pro aktif guna mewujudkan agenda tersebut.
"Tidak ada masalah pendanaan, tetapi sejauh mana peran Pemda mengatasi itu. Misalnya di Kabupaten Barru yang sudah dicanangkan pembangunan awal, namun nyatanya pemerintahan di sana dinilai sulit merealisasikan," ucapnya.
Pihaknya berharap agar daerah yang terkena pembangunan jalur kereta api harus melibatkan Badan Pertanahan Nasional Daerah serta tim independen dalam hal pembebasan lahan.
"Saya dengar Wakil Gubernur Agus Arifin Nu`mang juga mengkritisi bupati yang dinilai lambat bergerak dalam hal pembebasan lahan. Seharusnya untuk mewujudkan itu masyarakat harus mendukung pembebasan lahannya dengan harga dasar pemerintah," harapnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin NuMang mengatakan, anggaran untuk pembuatan jalan rel kereta api di Sulsel mencapai satu triliun rupiah lebih.
"Berdasarkan hasil rapat yang saya ikuti di Jakarta, untuk anggaran jalan kereta api di APBN secara total mencapai Rp1,118 triliun," katanya.
Ia menjelaskan, anggaran tersebut berasal dari APBN pokok sebesar Rp311,7 miliar kemudian ditambah Rp860 miliar dengan jumlah total Rp1,117 triliun khusus jalan kereta api.
"Pak Menteri bilang dana ini harus diserap dan meminta tolong agar fokus dalam pengerjaan termasuk pembebasan lahan," ujarnya.
Pemprov Sulsel sebelumnya telah merencanakan membangun infrastruktur jalur kereta api menghubungkan Kota Makassar-Kota Parepare sepanjang 144 kilometer dengan anggaran Rp6,4 triliun.
Jalur kereta yang rencananya dibangun seperti "single track" dengan lebar rel 1,435 milimeter dengan kecepatan maksimal kereta api mencapai 200 kilometer per jam dan akan dibangun infrastruktur 23 unit stasiun. FC Kuen
Pewarta : Darwin Faitr
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
