
DPRD Sulsel Sepi Rapat Dengan Tim Lemhanas

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kunjungan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Ke-18 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI, di Makassar, Senin, hanya diterima enam anggota DPRD Sulsel.
Anggota DPRD yang hadir pada tanya jawab tersebut semuanya berasal dari Fraksi Golkar diantaranya, Ketua DPRD, Muh Roem, Ketua Komisi I, Burhanuddin Baharuddin, Ketua komisi II, Ambas Syam, Lakama Wiyaka, Markus Nari, dan Chaidir Arif Kr Sijaya.
Ketua DPRD Sulsel, Muh Roem, mengatakan dari 75 anggota DPRD Sulsel, sebagian berada diluar daerah, karena itu dia meminta maaf kepada tim Lemhanas.
Rombongan PPRA Studi Strategis Dalam Negeri (SSDM) sendiri 27 orang, dipimpin Staf Ahli Bidang Hankam Lemhanas, Marsekal Muda TNI Suryadarma,
Suryadarma mengatakan, selain di Sulsel, PPRA Lemhanas dilakukan secara serentak di lima provinsi di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumut, Bengkulu, Riau dan Maluku.
" Lemhanas ingin melihat langsung dari dekat berbagai dinamika pembangunan di suatu daerah dan mengukur sejauh mana ketahanan nasional," ucapnya.
Dia mengatakan Lemhanas juga menyertakan peserta dari negara tetangga seperti, Malaysia, Thailan, Singapura dan Australia, termasuk dua warga negara Malaysia turut dalam rombongan.
Ketua DPRD Sulsel, Muh Roem, menjelaskan tentang masalah utama yang dihadapi dengan adanya pemerintahan daerah, yakni pemerintah kabupaten/kota tidak mau lagi berkoordinasi dengan pemprov.
" Provinsi terkebiri dengan apa yang ada. Banyak Bupati dan Walikota bersama staf lebih sering ke pusat dibandingkan ke provinsi, dengan menyewa hotel-hotel mewah," ucapnya.
Setelah melakukan tanya jawab dan bertukar cindera mata dengan DPRD Sulsel, Lemhanas melakukan rapat konsolidasi dengan anggota DPRD Sulsel.
(T.PSO-099/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
