Logo Header Antaranews Makassar

Dinkes Sulbar memercepat eliminasi TBC pada desa lokus program Garatta

Minggu, 12 Juli 2026 05:43 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim. ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen memperkuat langkah percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) pada desa lokasi khusus (lokus) program Gerakan Aksi Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi (Garatta) TBC.

"Melalui Garatta TBC, kami mendorong skrining TBC yang lebih masif di desa-desa lokus sehingga masyarakat yang berisiko dapat ditemukan lebih cepat dan segera mendapatkan pengobatan," kata Kepala Dinkes P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim, di Majene, Sabtu.

Nursyamsi menyampaikan hal itu pada pertemuan koordinasi peningkatan capaian skrining TBC di desa lokasi khusus program Garatta TBC di Kabupaten Majene.

Berdasarkan data monitoring program Garatta TBC di Kabupaten Majene periode Januari-Juni 2026 menunjukkan bahwa aktivitas skrining di desa lokasi khusus mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Namun, peningkatan jumlah masyarakat yang diskrining belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan penemuan kasus TBC.

Di Desa Palipi Soreang yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Totoli berhasil ditemukan 30 orang terduga TBC atau 65 persen dari target 46 orang.

Dari proses pemeriksaan lanjutan, berhasil ditemukan tujuh kasus TBC atau 78 persen dari target sembilan kasus.

Sementara di Desa Bonde yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Pamboang mencatat 35 terduga TBC atau 65 persen dari target 54 orang.

Namun, penemuan kasus baru mencapai dua kasus atau 20 persen dari target 10 kasus, sehingga masih diperlukan penguatan pelacakan dan pemeriksaan diagnostik.

Adapun di Desa Bonde Utara mencatat capaian skrining terbaik dengan 69 terduga TBC atau 111 persen dari target 62 orang.

Meskipun demikian, konversi menjadi kasus terdiagnosis masih mencapai tujuh kasus atau 54 persen dari target 13 kasus, sehingga masih diperlukan upaya peningkatan kualitas tindak lanjut pemeriksaan.

"Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aktivitas skrining masyarakat di tiga desa lokus di Kabupaten Majene mengalami peningkatan. Desa Bonde Utara bahkan berhasil melampaui target penemuan terduga TBC," kata Nursyamsi.

Ia menegaskan melalui program Garatta TBC, Pemerintah Provinsi Sulbar akan terus mendorong skrining TBC yang lebih masif di desa-desa lokasi khusus, sehingga masyarakat yang berisiko dapat ditemukan lebih cepat dan segera mendapatkan pengobatan.

Eliminasi TBC, menurut Nursyamsi, hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

"Keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga pada keterlibatan aktif pemerintah desa, kader, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan dan seluruh elemen masyarakat dalam menemukan kasus sedini mungkin," kata Nursyamsi.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026