
Operasi pasar Bulog diserbu warga

"Tiap hari banyak warga yang datang membeli gula pasir yang dijual Bulog," kata Jonny Walae, seorang karyawan Bulog Sulteng ditemui di lokasi operasi pasar, Jumat.
Palu (ANTARA Sulsel) - Operasi pasar yang digelar Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Tengah di Jalan Mohammad Yamin, Palu, diserbu warga untuk membeli gula pasir karena harganya lebih murah dibandingkan di pasaran.
"Tiap hari banyak warga yang datang membeli gula pasir yang dijual Bulog," kata Jonny Walae, seorang karyawan Bulog Sulteng ditemui di lokasi operasi pasar, Jumat.
Ia mengatakan kegiatan tersebut sebagai upaya Bulog menstabilkan harga gula pasir yang saat ini terus bergerak naik di pasaran.
Kebetulan, kata dia, Bulog masih punya stok gula pasir untuk dijual kepada masyarakat melalui kegiatan operasi pasar.
Ia mengatakan Bulog menjual dengan harga Rp10.000/kg atau jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran yang kini telah mencapai Rp13.000/kg.
Karena harganya murah, banyak warga datang membeli, tetapi penjualan Bulog dibatasi hanya lima kg per orang saja.
"Kami sengaja batasi sebab khawatir dimanfaatkan para pedagang. Mereka membeli dalam jumlah banyak, lalu dijual kembali di pasaran dengan harga lebih tinggi.
Sejumlah ibu rumah tangga mengatakan gula pasir yang dijual Bulog cukup murah dan sangat membantu mereka.
Apalagi, kata Ny Yusnia, sebentar lagi akan memasuki bulan puasa.
Hal senada juga disampaikan Rosdiana. Ia mengatakan menyambut positif kegiatan Bulog karena sangat meringankan beban masyarakat.
Dolly Sengkey, seorang pedagang membenarkan harga gula pasir dijual distributor sudah dua kali mengalami kenaikan.
Misalkan sebelumnya harga penjualan distributor hanya Rp530 ribu/karung, naik menjadi Rp550 ribu dan kini naik lagi mencapai Rp600 ribu per karung.
Akibat kenaikan tersebut, pengecer dengan berat hati ikut menyesuaikan harga penjualan dengan menaikan harga agar tidak merugi.
Pewarta : Anas Masa
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
