
Depkes dan Telkomsel Kerjasama Perangi DBD

Makassar (ANTARA Sulsel) - Departemen Kesehatan dan Telkomsel meluncurkan program Peluk Asa untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.
Coorporate Communication Telkomsel Sumalirja, Jowvy Kumala di Makassar, Sabtu, mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp5,5 miliar untuk menjaminkan program ini berjalan selama setahun hingga Juli 2010.
Untuk tahap awal program ini akan diterapkan di 14 titik dengan tingkat kasus DBD tertinggi selama 2008, diantaranya Makassar, Medan, Padang, Bandar Lampung, Jakarta, Depok, Bekasi, Cimahi, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Balikpapan, Manado dan Sorong.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa tiap 20 menit ada satu anak meninggal karena Demam Berdarah.
Di Indonesia, pada 2008 tercatat 136.399 kasus demam berdarah, dan memakan 1170 korban jiwa yang kebanyakan terjadi pada anak.
Pendidikan dan pelatihan program ini menggunakan konsep Community Comprehensive Health Education yakni membimbing, mendampingi, advokasi, serta memobilisasi masyarakat untuk dapat menolong diri sendiri dan lingkungan sekitar secara berkesinambungan.
Departemen Kesehatan akan membantu dalam menyediakan fasilitas materi penyuluhan dan pendidikan pencegahan dan penanggulangan DBD.
Disamping pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan, program ini juga akan didukung dengan kampanye menyeluruh menggunakan berbagai media.
Yaitu iklan Layanan Masyarakat, video pendidikan, internet, website, brosur, poster, spanduk, stiker, dan sosialisasi ke pelanggan menggunakan fasilitas SMS Broadcast.
Program ini juga didukung oleh Nokia Siemens Network (NSN) dan PT. Mediatama Ciptacitra selaku mitra yang akan ikut menjalankan program ini.
Peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dengan Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, disaksikan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.
(T.PSO-100/S016)
