
PULAU KARANG JADI LOKASI SELAM WARGA ASING

Ambon, 27/11 (ANTARA) - Pulau Karang sebagai salah satu dari delapan pulau terluar di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku yang berbatasan langsung dengan negara Australia ternyata dimanfaatkan warga New Zealand sebagai lokasi untuk menyelam.
Bupati Kepulauan Aru Thedy Tengko, ketika dikonfirmasi ANTARA, di Ambon, Kamis, membenarkan aktivitas penyelaman di Pulau Karang oleh warga New Zealand sebagaimana pemantauan yang dilakukan aparatnya.
"Pulau Karang dan tujuh pulau lainnya itu belum berpenghuni sehingga perlu ditandai dengan simbol-simbol NKRI berupa patok-patok maupun bendera yang sampai saat ini belum bisa terealisir sebagaimana jadwal awal bulan Mei lalu karena terbentur kondisi cuaca buruk maupun gelombang besar," tambahnya.
Oleh karena itu, Bupati menambahkan, simbol-simbol itu akan direalisasikan kembali pada awal Desember mendatang guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kegiatan ilegal pada delapan buah pulau terluar tersebut.
"Pulau Karang dan Pulau Eno merupakan habitat penyu hijau. Di sana penyu-penyu itu banyak yang ditangkap oleh para pemburu penyu. Penyu-penyu itu kemudian dipasarkan ke Bali,"
Ia menambahkan, selama ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru tidak dapat berbuat banyak karena terbatasnya armada pengawas dan besarnya biaya operasional untuk ke sana.
Lebih lanjut ia mengatakan, daerah di sekitar laut Aru maupun laut Arafura merupakan daerah kegiatan penangkapan ikan secara ilegal. Berdasarkan pemotretan yang dilakukan oleh satelit setiap hari ada banyak armada penangkap ikan yang beroperasi di sana.
"Hanya saja, ikan di laut Aru maupun Arafura tidak akan punah karena pertumbuhan populasi ikan di sana sangat tinggi karena banyaknya plankton di sana," ujar Bupati Tengko.
***2***
(U.L005/C/Z003
(T.L005/C/Z003/Z003) 27-11-2008 11:35:51
