
Kebutuhan percakapan seluler meningkat 16 persen

"Jadi kenaikan percakapan itu diprediksi meningkat 16 persen...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Kebutuhan percakapan seluler melalui operator PT Telkomsel menjelang dan pasca lebaran diprediksi meningkat sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Jadi kenaikan percakapan itu diprediksi meningkat 16 persen, sedang kebutuhan SMS hanya lima persen dan data tercatat yang tertinggi yakni sekitar 40 persen," kata GM Marketing and Sales Managemen Telkomsel area Pamasuka Ricky Erickson di Makassar, Sabtu.
Dia mengatakan, kebutuhan percakapan tetap masih diperlukan pelanggan apalagi pada menjelang dan sesudah Hari Raya Idul fitri 1436 Hijriah.
Sementara mengenai penurunan pelanggan Telkomsel yang menggunakan SMS, lanjut dia, itu karena sebagian besar sudah menggunakan data untuk sosial media yang berfungsi juga seperti SMS.
"Karena itu, dari sisi jaringan kami di area Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan terus dimaksimalkan untuk mendukung kelancaran komunikasi pelanggan, sekalipun terjadi lonjakan trafik komunikasi pada Ramadhan dan lebaran," katanya.
Dia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan infrastruktur untuk mendukung arus mudik lebaran tahun ini dengan memasang sejumlah stasiun pemancar (BTS) di beberapa titik jalur mudik.
Menurut dia, operator seluler tertua di Indonesia ini fokus pada peningkatan kualitas jaringan dan memberikan layanan penjualan di 182 titik poin of interest (PoI) yang tersebar di temapt-tempat keramaian dan strategis.
"Kami juga menyiapkan delapan titik posko Siaga Wisata yang tersebar di area Pamasuka, termasuk mengarahkan 106 mobile grapari untuk memenuhi kebutuhan komunikasi pelanggan dengan pelayanan pada H-7 hingga H+7 Idul Fitri," katanya.
Sementara kesiapan dalam meluncurkan 4G, lanjut dia, pihaknya akan menyiapkan sejumlah "counter" di Trans Studio pada Juli 2015.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka sarana dan prasarananya mulai disiapkan sekarang untuk menyambut fasilitas layanan tersebut.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
