
Pembebasan lahan jalan lingkar diusul Rp30 miliar

"Anggaran sebesar Rp30 miliar itu kita usulkan agar semua yang direncanakan ini bisa cepat diselesaikan,...
Makassar (ANTARA Sulsel) - DPRD Makassar kembali mengusulkan Rp30 miliar untuk pembebasan lahan jalan lingkar tengah (middle ring road) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD-Perubahan) 2015.
"Anggaran sebesar Rp30 miliar itu kita usulkan agar semua yang direncanakan ini bisa cepat diselesaikan," kata Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar Abdul Wahab Tahir di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, anggaran tambahan Rp30 miliar yang diusulkan pada APBD-Perubahan itu akan melengkapi anggaran awal yang hanya Rp12 miliar pada ABPD pokok.
"Kita dorong tambahan anggaran supaya proyek ini cepat selesai. Kebutuhan Kota Makassar akan jalan alternatif sudah sangat mendesak, sehingga penyelesaiannya mesti diupayakan secepat mungkin juga," katanya.
Wahab menjelaskan, usulan penambahan anggaran sesuai dengan komitmen awal DPRD dengan Pemerintah Kota. Sebelumnya, Dewan berjanji menambah anggaran jika Pemkot mampu menghabiskan minimal 50 persen dana dari APBD Pokok sebelum akhir Juni.
Sebaliknya, dewan akan mengabaikan jika realisasinya di bawah standar itu. Makanya, anggota DPRD Makassar bersepakat untuk mengusul penambahan tersebut.
Menurut Wahab, sejauh ini Pemerintah Kota telah membelanjakan uangnya sampai sekitar Rp8 miliar. Angka itu dianggap telah memenuhi syarat, sehingga layak diperjuangkan. Namun Dewan belum memberikan kepastian, sebab laporan dari Pemkot masih sebatas lisan.
"Kami belum mendapatkan laporan resmi sejauh mana progresnya. Kalau sudah ada, kami baru berani pastikan," kata dia.
Proyek Jalan Lingkar Tengah rencananya berdiri di atas lahan sepanjang sepuluh kilometer yang membentang dari kawasan utara menuju selatan kota Makassar.
Jalan itu berujung di Jalan Sultan Alauddin dan Perintis Kemerdekaan. Pada tahap awal tahun ini, Pemkot berencana membebaskan lahan 3,7 kilometer dari ujung utara di jalan Perintis. Adapun sisanya diupayakan tahun depan.
Sekretaris Komisi A Rudianto Lallo mengatakan, Pemkot Makassar tidak punya banyak pilihan selain merampungkan pembebasan lahan secepat mungkin.
Itu perlu agar pengerjaan jalan segera dimulai. Sebab Kementerian Pekerjaan Umum disebut tidak akan memulai pengerjaan sebelum pembebasan lahan selesai 100 persen.
Rudi menganggap jalan alternatif memang sudah saatnya diprioritaskan. Jalan lingkar tengah sudah mulai dicanangkan pada tahun 2000, tapi sampai sekarang belum selesai.
Legislator Fraksi Nasdem itu berharap jalan ini nantinya dapat membagi beban arus lalu lintas dari utara dan selatan Makassar yang selama ini bertumpu di Jalan AP Pettarani.
"Kalau tidak, tentu kemacetan parah mengancam Makassar. Karena volume jalan sudah sangat tidak memadai," katanya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
