
Pemprov kelola nikel kadar rendah milik PT Vale

"Bijih nikel yang akan diolah memiliki kadar 1,3 persen, dan berdasarkan ketentuan...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mengelola nikel berkadar rendah yang milik oleh PT Vale.
"Bijih nikel yang akan diolah memiliki kadar 1,3 persen, dan berdasarkan ketentuan, dengan kadar tersebut bijih ini tidak boleh dikelola oleh PT Vale," terang Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel Gunawan Palaguna usai melakukan pertemuan terkait tindak lanjut kerja sama pengelolaan bijih nikel tersebut di Makassar, Rabu.
Dalam nota kesepahaman dengan PT Vale, disepakati jumlah bijih nikel yang akan dikelola sebanyak 20 juta ton dalam jangka waktu 20 tahun.
Gunawan mengatakan proyek pengelolaan bijih nikel berkadar rendah ini dimaksudkan untuk menghasilkan manfaat bagi daerah.
"Dari pada tidak dimanfaatkan akan lebih menguntungkan jika Sulsel mengambil alih dan menjadikannya nilai tambah bagi daerah," katanya.
Menurut dia, pengolahan nikel ini akan melibatkan PT Yinyi asal Cina dan PT SMS, Jakarta. Nantinya kedua perusahaan tersebut akan mendirikan pabrik khusus di Sorowako, Sulsel.
Meski tidak menyebutkan nilai investasi dari proyek ini, dia mengatakan proyek ini diharapkan akan segera berjalan.
"Paling lambat tahun ini proyek akan berjalan, setelah PT Vale menyepakati seluruh persyaratan terkait prinsip keamanan kerjasama, dan jaminan investasi yang akan dilakukan," tutupnya.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
