
Kapolda Cup Ditunda Hingga September

Makassar (ANTARA Sulsel) - Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Pengprov Sulsel menunda Kejuaraan Kapolda Cup yang dijadwalkan berlangsung awal Agustus atau sebelum puasa hingga september.
Kepastian penudaan itu disampaikan langsung Sekretaris PBVSI Sulsel, Abd Kadir Buloto, di Makassar Rabu. Ia menjelaskan, pihaknya terpaksa harus menunda kejuaraan Kapolda Cup mengingat sejumlah daerah ternyata belum menyerahkan hasil pertandingan masing-masing sesuai permintaan Ketum PBVSI Sulsel.
"Kami sebelumnnya cukup optimistis kejuaraan ini bisa berlangsung sesuai rencana, apalagi beberapa daerah seperti Takalar dan Pinrang telah menyerahkan hasil pertandingan sekaligus telah menyiapkan atlet terbaik mereka, namun hal itu ternyata tidak diikuti daerah lain sehingga terpaksa kita tunggu hingga setelah lebaran," katanya menerangkan.
Kejuaraan Kapolda Cup sendiri dimaksudkan sebagai ajang seleksi para atlet. Mereka dipersiapkan untuk mewakili Sulsel di Kejurnas Kapolri Cup yang akan dilangsungkan Oktober mendatang. Makanya panitia sangat berharap setiap daerah sebelum pelaksanaan, telah mengirimkan atlet terbaiknya melalui pertandingan resmi
sesuai permintaan Ketua Umum.
"Kejuaraan ini dijadikan seleksi awal untuk melihat kualitas para atlet yang ada, sehingga akan lahir beberapa
atlet yang memang dianggap mampu membawa Sulsel, berjaya dan berhak mewakili Indonesia pada ajang SEA Games mendatang," terangnya.
Adapun alasan lain sesuai permintaan Ketum PBVSI Sulsel yang juga Kapolda Sulselbar, Irjen Polisi Mathius Salempang yang berharap agar setiap atlet yang nantinya akan bertarung pada Kejurnas nantinya, merupakan atlet yang memang berasal dari Sulsel.
Menurut Kadir, hal itu sangat penting untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan seperti protes dari daerah lain yang juga mengklaim memilki hak atas atlet tersebut.
"Kami tidak mau atlet yang akan membela Sulsel nantinya dipermasalahkan, makanya kami akan selektif untuk menentukan siap saja yang memang berhak pada kejurnas mendatang," katanya, seraya menambahkan bahwa kebiasaana memanggil pemain luar/pemain sewaan merupakan penyakit yang harus diberantas demi
perkembangan kedepan.
(T.PSO-102/S005)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
