
DPP PDIP bahas Pilkada Sulsel di rakerda

"Akan ada banyak yang akan dibahas pada Rakerda ke-2 ini dan salah satunya adalah strategi
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang akan menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II PDIP Sulawesi Selatan juga akan membahas strategi pemenangan di 11 Pilkada.
"Akan ada banyak yang akan dibahas pada Rakerda ke-2 ini dan salah satunya adalah strategi pemenangan Pilkada di 11 kabupaten yang akan langsung dilakukan oleh DPP," ujar Sekretaris PDIP Sulsel Rudy Piter Goni di Makassar, Kamis.
Selain Hasto, pengurus DPP yang akan hadir yakni Kepala Badan Saksi Pemilih Nasional Arief Wibowo, Kepala Badan Pemenangan Pemilu Teras Narang, Ketua DPP Hamka Haq, SB Wiryanti Sukamdani dan Sri Rahayu.
Khusus untuk pilkada, kata Rudy, taktik DPP akan menjadi topik untuk memenangkan kandidat adalah menyiapkan saksi. Saksi tersebut berasal dari kader partai.
Mereka inilah yang akan dilantik dan dibuatkan badan saksi tersendiri. Sehingga dalam tiap momen pilkada. Baik legislatif, pilgub, dan pilpres mereka yang akan dipakai.
"Badan Saksi ini akan diketuai Risfa Yanti Muin. Sedangkan Badan Pemilu diketuai Iqbal Arifin," jelasnya.
Saksi yang akan dipersiapkan di 11 Kabupaten sebanyak 6.642 orang. Mereka inilah yang bertugas ditiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam mengawasi jagoan PDIP yang maju di pemilihan tersebut.
Khusus di Sulawesi Selatan, sedikitnya enam dari 11 daerah yang menjadi target pemenangan. Yakni Kabupaten Gowa, Toraja, Toraja Utara, Luwu Timur, Pangkep dan Barru.
Wakil Ketua PDIP Sulawesi Selatan, Iqbal Arifin menambahkan, saksi yang dipersiapkan tiap TPS di Pilkada Sulawesi Selatan sebanyak dua orang. Dari estimasi TPS pada pilpres lalu sebanyak 16.700 TPS.
"Jika badan saksi nasional ini telah dilantik. Maka kami tidak susah payah mencari saksi lagi dalam momen Pilkada berikutnya," jelasnya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
