Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel coret dua atlet jelang Pra-PON

Selasa, 20 Oktober 2015 14:19 WIB
Image Print
"Dari awalnya memang kita tetapkan 13 atlet namun belakangan kita coret dua sehingga tinggal 11 atlet...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sulawesi Selatan mencoret dua atlet jelang tampil pada babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jakarta pada 17-19 November 2015.

"Dari awalnya memang kita tetapkan 13 atlet namun belakangan kita coret dua sehingga tinggal 11 atlet. Kami memutuskan mencoret dua atlet karena dalam perkembangannya memang tidak terlalu aktif mengikuti latihan," jelas Sekretaris Umum TI Sulsel Muhammad Tahir di Makassar, Selasa.

Dia menjelaskan, 11 atlet yang tersisa saat ini terus fokus mematangkan kemampuan. Atlet tersebut diantaranya Sri Buana Resmol, Ni Komang Ayu, Rosita Dorce Resmol, Nurul Ummi Ramadhani, termasuk Yuliana Basir.

Khusus dua nama awal yakni Sri Buana dan Ni Komang Ayu juga bergabung dalam program pembinaan khusus "Sulsel Maju II" untuk proyeksi PON 2016.

Menurut dia, para atlet yang terus fokus mematangkan kemampuannya itu terpilih masuk tim Sulsel setelah melalui seleksi panjang. Pihaknya juga berharap seluruh atlet terus termotivasi jika memang punya keinginan memperkuat Sulsel.

Mengenai peluang atlet lolos ke PON 2016, dirinya mengaku cukup optimistis. Apalagi beberapa atlet memang sudah membuktikan kualitasnya baik di ajang lokal hingga internasional.

"Kami tentu berupaya meloloskan atlet sebanyak mungkin di PON. Untuk persaingan di Pra-PON tentu bukan hal ringan namun kita optimistis bisa bersaing dalam perburuan tiket PON," katanya.

Sementara itu, pelaksanaan babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang olahraga taekwondo yang sebelumnya direncanakan di Semarang, Jawa Tengah, 6-8 November dipindahkan ke Jakarta pada 17-19 November 2015.

Mengenai alasan pengunduran dan pemindahan lokasi Pra-PON, kata dia, berdasarkan informasinya dikarenakan Ketua Pengprov TI Jawa Tengah yang meninggal dunia. Sementara untuk penggantinya mengaku tidak siap mengambil alih untuk melaksanakan Pra-PON sesuai rencana.

Pihaknya juga mengakui jika keputusan penundaan dan pemindahan lokasi Pra-PON ini memang baru diketahui sehingga membuat agenda persiapan sempat terganggu.

Akibat pengunduran dan pemindahan pelaksanaan itu, menurut dia, sejumlah daerah merasa dirugikan karena telah memesan tiket pesawat dan kontrakan.

Namun khusus Sulsel, dirinya mengaku tidak ada persoalan. Pengprov TI Sulsel juga mengaku terbantu karena mendapatkan waktu tambahan untuk lebih memaksimalkan kemampuan seluruh atlet sebelum tampil di babak kualifasi.

"Memang ada daerah yang sudah memesan tiket dan penginapan di Semarang. Namun kami sendiri tidak ada masalah dengan keputusan itu (pemindahan lokasi Pra-PON)," ujarnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026