Logo Header Antaranews Makassar

BI : Neraca perdagangan perseptember alami suplus

Kamis, 22 Oktober 2015 10:24 WIB
Image Print
Asisten Direktur Bank Indonesia Divisi Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Muslimin Anwar (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)
"Neraca perdagangan kita pada posisi September 2015 kembali mencatat surplus...

Jakarta (ANTARA Sulsel) - Asisten Direktur Bank Indonesia Divisi Kebijakan Ekonomi dan Moneter Muslimin Anwar mengatakan, neraca perdagangan Indonesia pada September 2015 mengalami surplus akibat dukungan perdagangan nonmigas.

"Neraca perdagangan kita pada posisi September 2015 kembali mencatat surplus, terutama didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas," kata Muslimin disela-sela Media Gathering BI di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, hal itu terjadi akibat adanya pemulihan ekonomi global yang lambat laun mulai menguat, sementara tekanan di pasar keuangan global sudah mulai mereda.

Khusus pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2015, diperkirakan sedikit lebih tinggi dari periode sebelumnya. Hal ini didorong oleh belanja modal pemerintah walaupun aktivitas sektor swasta masih berjalan relatif lambat.

Kondisi itu penguatan ekonomi Indonesia juga ditandai dengan nilai tukar rupiah yang mulai menguat setelah mengalami tekanan depresiasi pada September 2015.

"Sementara Indeks harga konsumen (IHK) mengalami deflasi pada bulan september 2015, sehingga inflasi IHK Januari-September 2015 tercatat cukup rendah," jelasnya.

Dia mengakui, stabilitas sistem keuangan tetap solid, karena ditopang oleh ketahanan sistem perbankan dan relatif terjaganya kinerja pasar keuangan.

Khusus mengenai fokus kebijakan BI dalam jangka pendek, lanjut dia, tetap diarahkan pada langkah-langkah stabilitas nilai tukar, memperkuat pengelolaan likuiditas rupiah, serta memperkuat pengelolaan penawaran dan permintaan valuta asing.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan untuk memastikan tetap terjaganya stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan," katanya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026