
Disdamkar : 70 persen kebakaran dipicu arus pendek

"Sekitar 70 persen kasus kejadian kebakaran terjadi karena adanya arus pendek dan 30 persen...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Kepala Dinas Kebakaran Kota Makassar Imran Samad menyebutkan berdasarkan pengalaman kasus kebakaran terjadi karena arus pendek atau korsleting listrik.
"Sekitar 70 persen kasus kejadian kebakaran terjadi karena adanya arus pendek dan 30 persen lainnya karena kesalahan dan keteledoran manusianya (human error)," ujar Imran Samad di lokasi kebakaran Jalan Cakalang, Makassar, Jumat.
Menurut dia, kebakaran yang saat ini hampir terjadi di Kota Makassar rata-rata karena arus pendek, di tambah cuaca begitu panas sehingga memicu adanya gesekan dan menjadi korsleting lalu muncul percikan api.
"Apalagi rumahnya berbahan kayu dan berbentuk semi permanen maka tentu api akan cepat merambat dan membakar apa yang ada di sekitarnya," tandas dia.
Kakak kandung ketua non aktif KPK ini selalu mengingatkan serta menghimbau masyarakat agar tetap waspada resiko kebakaran sekecil mungkin mengingat di musim kemarau ini angin sangat kencang dan suhu udara sangat panas.
"Saya sudah berulang kali dan terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, memeriksa sambungan listrik, memadamkan kompor saat ditinggalkan, tidak membakar sampah sembarangan dan membakar obat nyamuk dalam keadaan aman guna menghindari hal yang tidak diinginkan," imbuhnya.
Dirinya juga menyebut jumlah kasus kebakaran di wilayah Kota Makassar terus meningkat didukung faktor cuaca panas kemarau. Dan hampir setiap harinya kasus kebakaran terjadi di beberapa titik kota.
Untuk 2015 mencapai 125 kasus termasuk kejadian kebakaran sehingga menambah catatan kasus kebakaran di wilayah kerjanya.
Mengenai jumlah armada kata dia, berjumlah 29 unit namun yang difungsikan hanya 25 unit sementara tiga lainnya masih proses perbaikan. Untuk posko tersebar di beberapa titik di Makassar berjumlah 45 posko dengan personil sebanyak 90 orang sesuai dengan standar pemadaman perkotaan.
"Sementara ini fasilitas dan tenaga SDM kita cukup, memang ada rencana penambahan kedepan namun masih dicocokkan pada kebutuhan saja dulu," tambahnya.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
