
DPRD Pertanyakan Dana Perusda Mamuju

Mamuju (ANTARA Sulsel) - DPRD Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mempertanyakan penggunaan dan realisasi dana perusahaan daerah (Perusda) Mamuju, sekitar Rp1,5 miliar yang dianggarkan melalui APBD.
"Kami mempertanyakan penggunaan dana Perusda Mamuju sekitar Rp1,5 miliar karena dana tersebut tidak disampaikan dalam laporan pertanggunjawaban keuangan (LKPJ) Bupati yang dibacakan melalui sambutan Bupati Mamuju pada sidang paripurna ini," kata anggota DPRD Mamuju, Lalu Syamsul Rijal, di Mamuju, Selasa.
Lalu mengatakan itu pada pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai perhitungan APBD dan laporan pertanggunjawaban keuangan (LKPJ) Bupati Mamuju.
Pembahasan itu dipimpim Ketua DPRD Mamuju, Thamrin Endeng dan dihadiri Wakil Bupati Mamuju, Umar P.
Lalu mengatakan, selain pertanggunjawaban dana Perusda Mamuju yang tidak jelas, dalam LKPJ Bupati Mamuju juga terdapat perbedaan angka-angka dengan LKPJ Bupati Mamuju yang disampaikan dalam sambutannya.
Selain itu, Lalu juga menkritik perhitungan APBD 2008 karena dalam LKPJ Bupati Mamuju, realisasi anggaran dari APBD tersebut tidak sesuai dengan kondisi fisik yang ada dilapangan.
Menurut dia, realisasi anggaran program fisik APBD 2008 yang nampak terealisasi hanya sekitar 50 persen, padahal realisasi dari penggunaan APBD yang dilaporkan lebih dari itu.
"Menurut pengamatan kami proyek fisik dari APBD 2008 banyak yang tidak selesai pekerjaannya seperti pembangunan jalan dan jembatan yang ada di wilayah ini, namun realisasi yang dilaporkan pemerintah lebih dari pengamatan kami itu, "katanya.
Oleh karena itu, ia meminta agar Bupati Mamuju melakukan klarifikasi terhadap laporan pertanggungjawaban APBD 2008 itu.
Wakil Bupati Mamuju Umar P tidak menanggapi secara lansung mengenai dana Perusda yang tidak dilaporkan dalam pertanggunjawaban Bupati Mamuju.
Kecuali mengatakan, kalau realisasi anggaran yang dilaporkan dalam LKPJ Bupati Mamuju tersebut banyak yang tidak sesuai dengan realisasi dalam proyek fisik yang nampak dilapangan karena dipengaruhi beberapa faktor
Ia mengatakan diantaranya faktor cuaca atau alam yang membuat banyak proyek pekerjaan fisik yang tidak selesai kemudian faktor kenaikan harga bahan bangunan yang sulit dijangkau.
(T.PK-MFH/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
