Logo Header Antaranews Makassar

Harga Sembako di Sidrap Tetap Stabil

Selasa, 18 Agustus 2009 20:58 WIB
Image Print

Sidrap, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Menjelang bulan Ramadan, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok (Sembako) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan tetap stabil.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Usaha Perdagangan, Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Sidrap, Yusfari di Sidrap, Selasa, harga kebutuhan pokok saat ini di Sidrap masih tergolong stabil dan belum ada kenaikan berarti jelang masuknya bulan Ramadan.

Hanya saja kata Yusfari, saat ini tejadi kenaikan harga jenis komoditi tertentu, seperti bawang merah yang naik hingga Rp2000 dari harga sebelumnya.

"Hanya bawang merah yang kenaikannya tinggi dari Rp16.000 menjadi Rp18.000 per kilogram, tapi kita tidak tahu apakah ini ada hubungannya dengan momen bulan puasa yang sudah dekat," jelasnya.

Komoditi lain yang disebutkan mengalami kenaikan harga adalah telur ayam ras jumbo dan telur itik. Kedua jenis komoditi ini masing-masing mengalami kenaikan sekitar Rp100 per butirnya atau naik sekitar delapan hingga 11 persen.

Sementara komoditi lain justru mengalami penurunan harga. Komoditi yang dimaksud yakni cabe rawit turun hingga Rp4000 dari Rp10.000 per kilogram menjadi Rp6000 per kilogramnya.

Sementara minyak goreng jenis kunci mas juga disebutkan turun Rp1000 dari harga Rp13.000 menjadi Rp12.000. Komoditi lainnya yakni Kentang dan kacang hijau juga turun masing-masing Rp1000.

Untuk kacang hijau turun dari Rp10.000 menjadi Rp9000/kg dan kentang turun dari Rp6000 menjadi Rp5000/kg.

Dia menyebutkan bahwa seperti tahun sebelumnya, harga sembako jelang bulan puasa memang cenderung naik, namun di Sidrap hingga saat ini pergerakan harga masih tabil.

"Kemungkinan mines satu minggu atau tiga hari jelang bulan puasa sudah mulai naik, tapi kita ada rencana untuk menggelar pasar murah pada bulan puasa nantinya," ucapnya.

Dari pantauan di dua Kecamatan yang ada di Sidrap, seperti Maritengngae dan Tellu Limpoe, kelangkaan minyak tanah justru sudah mulai dirasakan oleh sejumlah warga saat ini.

"Iya belakangan ini minyak tanah sulit didapat, tidak tahu kenapa," keluh Lela warga Pangkajene Sidrap.

Menanggapi hal itu, Kabag Perekonomian dan Penanaman Modal, Suriman Bungi SE, mengatakan, sulitnya minyak tanah kemungkinan besar karena adanya rencana konversi minyak tanah ke gas elpiji (LPG).

"Ini mungkin akibat panik, karena rencananya 20 Agustus mendatang kita akan melakukan sosialisasi konversi minyak tanah ke gas," ujarnya.

Wakil Bupati Sidrap, Ir H Dollah Mando yang dikonfirmasi menyebutkan, memasuki bulan puasa ini, stok pangan Sidrap masih aman.

Menurut Wabup, dari stok pangan yang ada menunjukkan bahwa memasuki bulan puasa persediaan kebutuhan pokok masyarakat Sidrap diperkirakan tetap dalam kondisi aman.

"Kita sudah siap dengan perencanaan menghadapi berbagai masalah, termasuk mengenai kemarau, sementara untuk bulan puasa itu kan tiap tahun kita hadapi, jadi bukan lagi masalah untuk menghadapi masa bulan puasa itu," jelasnya.
(T.PSO-098/F003)