
Pelindo IV "ground breaking" pembangkit listrik gas

"Indonesia ini sangat kaya akan sumber daya alamnya dan terkhusus Sulawesi Selatan...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meresmikan "ground breaking" pembangunan pembangkit listrik tenaga gas atau mini Power Plant di Terminal Petikemas Makassar (TPM) di Pelabuhan Indonesia IV.
"Indonesia ini sangat kaya akan sumber daya alamnya dan terkhusus Sulawesi Selatan, semuanya ada mulai dari tambangnya, pertaniannya, hasil lautnya, biji besinya dan masih banyak lagi," ujar Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Sabtu.
Dengan didampingi pemangku kepentingan lainnya, dirinya berharap pembangunan mini Power Plant itu bisa berkontribusi pada peningkatan taraf hidup kesejahteraan warga di Sulsel.
Sementara itu, Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung mengatakan power plant gas yang dibangun ini sebagai bagian upaya Pelindo IV menciptakan pelabuhan yang hijau, sehingga tidak ditemukan adanya emisi gas.
Selain itu, bentuk efisiensi yang dilakukan perusahaan sebab power plant ini dapat menghemat penggunaan bahan bakar yang selama ini dilakukan oleh Pelindo IV.
"Investasi membangun power plant ini mencapai Rp30 miliar dengan target rampung dua tahun setelah diresmikan. Kapasitas power plant yang kita bangun ini dua ton gas dari target 10 ton gas untuk memasok kebutuhan semua operasional peralatan di TPM," ujarnya.
Doso menjelaskan, proyek ini jika terealisasi akan menjadi proyek pertama di Indonesia menggunakan power plant gas, serta menjadi percontohan untuk penerapan wajib menggunakan gas untuk semua jenis kendaraan beroperasi di areal pelabuhan.
Energi gas sangat baik dipakai untuk membuat peralatan lebih awet, sebab kalau pakai bensin akan meninggalkan oktan di kendaraan. Sementara menggunakan gas tidak menghasilkan emisi dan sangat hemat.
"Ke depannya, semua truk beroperasi di Pelindo IV harus menggunakan gas. Kami akan menyediakan koventer dan storage gasnya sehingga bisa dilakukan pengisian bahan bakar gas," jelasnya.
Selain melakukan "ground breaking" Pelindo IV juga secara resmi membuka jalur pelayaran langsung Internasional (Direct call) dari Makassar ke Hongkong dan Makassar ke Dili, Timor Leste.
"Direct Call Makassar-Hongkong dan Makassar-Dili resmi kita lakukan hari ini. Sebenarnya, jika kita belajar sejarah, Pelabuhan Makassar ini sudah pernah menjadi pusat perniagaan di abad ke-16 dan ini adalah masanya untuk kembali berjaya," katanya.
Dia mengatakan, Direct Call yang dicanangkan hari ini adalah pelayaran peti kemas internasional perdana dan langsung ke negara tujuan tanpa harus singgah dulu di pelabuhan lainnya di Indonesia.
Pada tahap pertama ini mulai menyasar mancanegara seperti Hongkong dan Dili Timor Leste. PT Pelindo menggandeng perusahaan Peti Kemas Hongkong, SITC Countainers Lines Co.Ltd.
Doso menyebutkan, program pelayaran internasional ini merupakan terobosan baru untuk meningkatkan nilai ekspor Sulawesi Selatan dan juga interkonektivitas di Indonesia Timur.
"kami yakin dengan program ini bisa meningkatkan pendapatan sekitar 10 hingga 15 persen tahun depannya," katanya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
