
Cuaca buruk hambat evakuasi KM Marina

"Kita semua bersama-sama kembali melakukan pencarian kapal sejak pagi...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Tim Pencarian dan Penyelamat (Search and Rescue/SAR) gabungan yang kembali melakukan penyisiran terhadap Kapal Motor (KM) Marina jenis fiber mengaku bahwa cuaca buruk menjadi kendala yang dihadapinya di lapangan.
"Kita semua bersama-sama kembali melakukan pencarian kapal sejak pagi dan sudah membagi tugas untuk menyisir di sekitar lokasi hilangnya kontak kemarin," ujar Direktur Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Kombes Pol Hari Sanyoto, di Makassar, Minggu.
Dia mengatakan, beberapa kendala yang dihadapi oleh Tim SAR yang melakukan penyisiran sejak pagi itu yakni ombak yang ketinggiannya lebih dari lima meter.
Kendala lainnya yakni cuaca buruk seperti hujan dan langit yang begitu gelap. Dengan kondisi itu, tidak ada kapal-kapal fiber ataupun kapal besar yang mampu ke laut.
Tim SAR yang sudah bersama-sama melakukan upaya pencarian itu antara lain: Badan SAR Nasinal (Basarnas) Sulawesi Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR TNI dan Polri.
SAR Polres Wajo berhasil mengevakuasi empat orang penumpang yang menjadi korban KM Marina yang hilang kontak sejak Sabtu (19/12) pukul 16.00 Wita.
Empat penumpang yang berhasil dievaakuasi yakni Muzakkar asal Pomala, Sulawesi Tenggara (Sultra); Abdullah asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulsel; Berta dan Rafli (anak-anak) asal Pomala, Sultra.
Keempat korban, kata Hari, telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Siwa untuk mendapatkan bantuan perawatan.
Kapal Motor (KM) Marina mulai berangkat dari Pelabuhan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara menuju Pelabuhan Bansalae, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan sekitar pukul 11.00 Wita, Sabtu.
Kapal itu dihantam ombak besar dan sempat melaporkan ke Syahbandar Siwa sekitar pukul 16.00 Wita bahwa kapal itu kemasukan air akibat terjangan ombak besar.
"Berdasarkan informasi yang kami terima jika KM Marina yang berlayar sejak Pukul 11.00 WITA itu belum juga bisa kontak komunikasi sampai saat ini," kata Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera.
Barung mengaku jika kontak terakhir terjadi pukul 16.00 WITA. Hingga saat ini, tim SAR dan regu lainnya belum bisa menemukan KM Marina milik PT Balibis Putra Siwa tersebut.
"Sampai saat ini belum ada informasi dari sana tetapi Tim SAR dan lainnya juga masih mengitari koordinat, lokasi komunikasi terakhir dengan syahbandar," katanya.
KM Marina mengangkut penumpang termasuk anak buah kapal (ABK) sebanyak 119 orang dan diantaranya 91 orang dewasa dan 19 anak-anak dan balita serta 10 ABK.
"Kita masih koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Tim SAR gabungan juga terus melakukan kontak komunikasi dengan kami," jelas Frans Barung Mangera.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
