
Pemkot Makassar targetkan bedah rumah 100 unit

"Kami saat ini masih melakukan pendataan bagi warga tidak mampu...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar menargetkan bedah rumah sebanyak 100 unit sepanjang 2016 dengan pendaan dari APBD Makassar 2015 sebesar Rp1 miliar.
"Kami saat ini masih melakukan pendataan bagi warga tidak mampu melalui progam bedah rumah dengan bantuan fisik bangunan. Proyek ini ditargetkan berakhir hingga akhir 2016," kata Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemkot Makassar Ngurah Agung Lahmuddin di Makassar, Sabtu.
Dia berharap program bedah rumah itu bisa mendapatkan respon dari pemerintah pusat dengan memberikan bantuan anggaran pada pembangunan fisik.
Adapun jenis bantuan yang diberikan pada program beda rumah itu, kata dia, berdasarkan kebutuhan dasar seperti atap rumah, lantai dan dinding dengan sebutan `Aladin` dengan syarat kondisi fisik rumah memprihatinkan.
"Tim sudah melakukan pendataan mana saja rumah yang tidak layak huni bagi masyrakat kurang mampu itu dibantu, tentu melihat dari beberapa aspek," papar Lahmudddin.
Menurut dia, program tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota melalui instruksi Wali Kota kepada warga makassar yang tidak mampu memperbaiki rumah dengan kondisi ekonomi dibawah rata-rata.
Untuk jumlah bantuan perbaikan rumah per satu unitnya sekitar Rp7,5 juta dengan taksiran tingkat kerusakan cukup berat baik berupa dinding serta atap rumahnya.
Sebelumnya kata dia, pada 2015 pihaknya telah melakukan bedah rumah di lima kelurahan yakni Karawisi, Pampang, Sinrijala, Panaikkang, Bantang-bantaeng. Satu kelurahan ada 20 unit rumah yang diperbaiki.
"Tahun kemarin baru dua Kecamatan kita melaksanakan program bedah rumah seperti di Kecamatan Panakukang dan Rappocini. Tahun ini kita akan tingkatkan lagi sesuai dengan data tim yang masuk hasil dari survei lapangan," tambahnya.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
