
Petinggi Bosowa sesalkan ulah pegawainya di SSL

Saya sangat menyesalkan (kejadian pengeroyokan dan pemukulan atas ketua SSL U-21...
Makassar (ANTARA Sulsel) - CEO PT Bosowa Resources Munafri Arifuddin menyesalkan ulah Pelatih Perseka yang juga karyawan Bosowa, Bahar Muharram yang dituding sebagai pemicu pengeroyokan pada turnamen Sulsel Super League (SSL) U-21, Makassar.
"Saya sangat menyesalkan (kejadian pengeroyokan dan pemukulan atas ketua SSL U-21. Perlu juga kita lihat betul persoalan utamanya apa?," ujar Munafri Arifuddin di Makassar, Jumat.
Direktur Utama PT Pagolona Sulawesi Mandiri (PSM) itu menjelaskan jika pengeroyokan dan pemukulan terhadap ketua SSL U-21 itu seharusnya tidak terjadi. Sebab turnamen ini memiliki tujuan mulia untuk melahirkan bibit-bibit pemain yang bisa memperkuat PSM baik ditingkat U-21 ataupun senior.
Untuk pelaksanaan turnamen SSL U-21 ini, kata dia, memang hal yang bagus, bukan hanya karena sebagai ajang pembinaan namun juga membuka peluang bagi pemain daerah di Sulsel untuk bergabung dalam tim sebesar PSM Makassar.
Pihaknya juga akan mempelajari lebih jauh tentang kondisi yang membuat Ketua Panitia SSL, Sri Syahril dikeroyok para suporter PS Perseka Bosowa pada saat pertandingan antara Bosowa Semen FC melawan Perseka (15/2).
Direktur Pemasaran Bosowa Semen, Sumirlan juga ikut menyayangkan sikap Bahar Muharram. Mantan pemain PSM itu juga dinilai tidak menghargai panitia dan Bosowa Semen sebagai sponsor utama turnamen SSL U-21.
Lebih jauh, Bosowa Semen selaku sponsor utama bahkan telah meminta memberhentikan turnamen sepak bola Sulsel Super League (SSL) U-21 jika masih terjadi kekacauan atau kericuhan pada pelaksanaan babak delapan besar hingga final.
"Jika masih ada lagi klub yang tidak menerima kekalahan dan berbuat onar maka kita minta panitia untuk membubarkan saja turnamen ini. Tujuan kita menggelar turnamen itu mencari bibit pemain bukan mencari kericuhan," katanya.
Direktur Klub PSM Makassar itu juga meminta seluruh pelatih dan ofisial tim untuk menjunjung tinggi sportifitas. Pihaknya juga mengaku tidak melarang klub melakukan protes namun tentu harus sesuai kesepakan awal.
Menurut dia, turnamen ini memiliki tujuan mulia yakni sebagai ajang seleksi pemain Sulsel untuk bisa memperkuat tim PSM baik untuk tim U-21 ataupun senior.
Pihaknya bersama panpel turnamen SSL U-21, juga sengaja menunjuk tim talent scouting untuk memantau setiap pemain yang berlaga di turnamen yang dimulai sejak 15 Januari hingga 6 Maret 2016.
"Hargai juga teman-teman panitia yang telah bekerja keras demi memunculkan pemain dari daerah. Apalagi turnamen ini juga membuat pembinaan sepak bola di Sulsel kembali bergeliat," ujarnya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
