LDII Makassar dukung program pemerintah kota

id ldii makassar

"Program-program yang dijalankan oleh pemerintah kota saat ini sangat tepat dan sejalan dengan cita-cita LDII," ujar Ketua LDII Makassar Hidayat Nahwi Rasul di Makassar, Minggu.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Makassar, Sulawesi Selatan mendukung penuh program Pemerintah Kota setempat khususnya yang terkait untuk kemaslahatan masyarakat.

"Program-program yang dijalankan oleh pemerintah kota saat ini sangat tepat dan sejalan dengan cita-cita LDII," ujar Ketua LDII Makassar Hidayat Nahwi Rasul di Makassar, Minggu.

Dia mengatakan, beberapa program yang sejalan dengan LDII yang salah satunya adalah Makassarta Tidak Rantasa/jorok (MTR). Program ini implementasi dari perintah agama agar selalu menjaga kebersihan.

Hidayat mengaku jika kebersihan yang menjadi cita-cita dari pemerintahan Moh Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal MI itu tepat karena kebersihan merupakan bagian dari iman.

"Sejak awal kepemimpinannya, Danny Pomanto bersama jajaran pemerintahannya fokus pada pembenahan kota, dan peningkatan kesejahteraan warga," katanya.

Sedangkan beberapa program lainnya yakni, Sombere (Ramah) dan Smart City, Home Care Dottorotta (dokter kita) yang digandeng dengan Telemedicine.

Makassar Tidak Rantasa (MTR), Bank Sampah, Sampah Tukar Beras, Lorong garden (Longgar), Lorong KB, Kartu Anak Makassar (KAM), dan Smart Card menjadi program andalan Danny Pomanto yang juga dikenal sebagai anak lorong na Makassar.

"Kita bisa bergandengan tangan menyukseskan pemerintahan Wali Kota Makassar ini," tuturnya.

Berbagai program yang dijalankan selama hampir dua tahun pemerintahan Danny beserta jajarannya dinilai Hidayat patut mendapatkan dukungan dari LDII kota Makassar.

Apalagi empat diantaranya diadaptasi menjadi program nasional. KAM yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kota Makassar sebentar lagi diadaptasi oleh Kementerian Dalam Negeri menjadi program KTP Anak.

Lorong KB yang dimotori oleh Badan Keluarga Berencana telah diadaptasi oleh BKKBN menjadi Kampung KB. Telemedicine diadaptasi menjadi Telemedicine Nusantara, dan Bank Sampah Induk kota Makassar menjadi percontohan bank sampah nasional.

"Seluruh program yang dijalankan pemerintah kota membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk saudara - saudara ku di LDII," ungkap Danny saat Peresmian Asrama Kompleks LDII Kota Makassar.

Wali kota meyakini pencapaian 1 tahun 9 bulan pemerintahannya yang berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp615 miliar menjadi Rp1,3 Triliun dengan Indeks kebahagiaan mencapai 75,61 persen buah dari kerja keras seluruh jajarannya.

"Ini adalah kerja keras semua pihak dan berkat kekompakan pemerintah dan masyakat dalam mendukung Makassar dua kali tambah baik ini menjadi pencapaian kami," kata Ramdhan Pomanto.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar