Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar Tidak Akan Jual Pulau

Jumat, 28 Agustus 2009 04:44 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak akan menjual pulau yang ada di wilayahnya kepada investor demi mengejar pendapatan asli daerah (PAD) seperti yang terjadi di Kepulauan Riau.

"Kami tidak akan menjual satu pun dari 11 pulau yang ada di wilayah Kota Makassar untuk mengejar PAD," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Makassar Eddy Kosasi Parawansyah di Makasssar, Jumat.

Dia mengatakan, apabila pulau di Makassar yang berpotensi sebagai lokasi wisata itu dikelola bersama dengan prinsip saling menguntungkan, Pemkot akan terbuka pada investor.

Selama ini, lanjutnya, sudah ada dua pulau yang dikerjasamakan dengan pihak swasta yakni Pulau Kayangan dengan jangka waktu kontrak selama 25 tahun terhitung mulai 2003.

Sementara Pulau Kodingngareng Keke yang pernah dikelola oleh investor asing, kini sudah habis masa kerja samanya dengan pihak Pemkot, sehingga terbuka bagi investor baru untuk mengelola pulau
yang sudah memiliki sarana penginapan dan kelengkapan wisata bahari itu.

Mengenai pulau lainnya yang berpeluang dikerjasamakan dengan pihak investor, ia mengatakan, pulau Lanjukan yang ada di wilayah Kecamatan Tallo, Makassar. Pulau itu penduduknya mayoritas adalah nelayan disamping memiliki area pertambakan.

Lebih lanjut Eddy mengatakan, untuk mengelola pulau bekerja sama dengan pihak investor, pihak Pemkot harus menekankan agar investor memperhatikan keseimbangan ekosistem dan nilai budaya masyarakat setempat.

"Hal itu sangat penting agar tidak berbenturan dengan berbagai pihak dan kelestarian lingkungan dapat terjaga," katanya.

Belasan pulau di Wilayah Kota Makassar merupakan bagian dari gugusan pulau spermonde yang harus dilindungi ekosistem bawah lautnya.

(T.SDP-15/R007)