
Walhi Sulbar: Data amdal terkesan tertutup

"Kami anggap pemerintah menutup diri terhadap Amdal. Salah satu contoh konkrit ...
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Dewan Pimpinan Daerah Wahana Lingkugan Hidup (Walhi) Provinsi Sulawesi Barat menyayangkan data analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) terkesan tertutup.
"Kami anggap pemerintah menutup diri terhadap Amdal. Salah satu contoh konkrit adalah mengenai amdal Hotel Maleo Mamuju yang saat ini belum sama sekali bisa didapatkan," kata Anggota DPD Walhi Sulbar, Asnawi di Mamuju, Rabu.
Menurut dia, hampir sepuluh tahun melakukan pengawasan, namun belum bisa mendapatkan amdal Hotel Maleo. Ini membuktikan bahwa di Sulbar ini telah terjadi persoalan data amdal yang masih ditutup-tutupi.
Asnawi mengatakan, pemerintah harusnya merespon Walhi terutama dalam hal data amdal agar publik mengetahui seluas-luasnya.
Dia berharap, ke depannya data amdal disajikan dengan baik atau sekurang-kurangnya melibatkan Walhi dalam pengkajian Amdal.
"Ini yang sangat kurang dan butuh respon dari pihak pemerintah maupun swasta, data amdal itu harus disajikan, karena merupakan suatu kajian yang harus di informasikan ke publik, kalau terkesan ditutupi seperti ini, inikan menjadi tandatanya besar," katanya.
Jika Komisi Informasi Publik (KIP) Sulbar telah terbentuk, dia berharap ada sinergitas yang terbangun antara Walhi dengan KIP, terutama dalam transparansi amdal yang harus dibuka oleh pemerintah maupun pihak swasta yang bercokol di Sulawesi Barat.
"Saya sangat merespon terbentuknya KIP di Sulbar, saya harap lembaga ini bukan cuma membuang-buang biaya, namun dapat berfungsi sebagai mana mestinya. Saya harap ada sinergitas yang terbangun, dan saya tegaskan, data amdal ini sebenarnya harus transparansi," kata Asnawi.
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
