Logo Header Antaranews Makassar

Bulog : Stok beras NTT aman lima bulan

Kamis, 9 Juni 2016 13:00 WIB
Image Print
"Stok beras kita masih aman untuk pasokan kebutuhan hingga lima bulan yang akan datang...

Kupang (ANTARA Sulsel) - Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Divre) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengatakan persediaan beras di Bulog setempat untuk pasokan kebutuhan masyarakat masih mencukupi hingga lima bulan mendatang.

"Stok beras kita masih aman untuk pasokan kebutuhan hingga lima bulan yang akan datang," kata Kepala Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Divre) Provinsi Nusa Tenggara Timur Sugeng Rahayu di Kupang, Kamis.

Stok beras Bulog Divre NTT saat ini 19.000 ton siap untuk dipasok ke berbagai cabang Bulog yang tersebar di berbagai kabupaten di NTT.

Untuk operasi pasar, katanya, beras cadangan pemerintah dijual dengan harga Rp 7.900/kg dan beras premium Rp 9.800/kg.

Ia menjelaskan operasi pasar bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, satuan petugas, dan pedagang-pedagang di pasar tradisional yang direkomendasikan.

Ia mengatakan operasi pasar beras yang dilakukan rata-rata dua kali dalam seminggu untuk memenuhi permintaan masyarakat yang meningkat memasuki masa Ramadhan 1437 Hijriah.

"Di Kota Kupang kita lakukan operasi beras di pasar-pasar tradisonal hingga kelurahan-kelurahan, dan juga menjangkau beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang," katanya.

Selain beras, operasi pasar juga diadakan untuk barang-barang kebutuhan pokok gula pasir dengan harga Rp13.000/kg, bawang merah Rp28.000, minyak goreng Rp12.000/liter hingga Rp13.000/liter tergantung merk yang tersedia.

Sugeng Rahayu mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terkait dengan kurangnya pasokan beras yang bisa memicu kenaikan harga karena stoknya memadai.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Bidang Perniagaan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Kirenius Tallo berharap masyarakat tidak khawatir terkait dengan informasi harga yang terkadang hanya isu di masyarakat.

Pihaknya selalu melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok melalui indikator pemerintah.

"Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena kita punya indikator dari pemerintah terkait dengan kondisi harga yang stabil dan tidak stabil," katanya.

Ia menjelaskan harga dikatakan naik atau turun apabila lebih dari lima persen, namun selama harga masih berada dalam batasan tersebut sebagai wajar.

Dispendag akan terus melakukan operasi pasar dengan Bulog Divre NTT untuk memastikan agar pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap tercukupi sekaligus memantau kondisi harga pasar yang bisa saja ditentukan dengan semena-mena oleh pedagang.

Sugeng Rahayu berharap, kerja sama operasi pasar yang dilakukan bisa mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dan diperoleh dengan harga yang terjangkau.

"Stok beras masih memadai dan kami terus memantau gejolak harga kebutuhan pokok di pasar untuk mempersiapkan pasokan," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026