Logo Header Antaranews Makassar

Dinas Perumahan data kerusakan Balaikota usai penyerangan

Minggu, 7 Agustus 2016 22:43 WIB
Image Print
"Saat ini Dinas Perumahan dan Gedung sudah melakukan pendataan dan akan dibuatkan berita acaranya untuk ...

makassar (ANTARA Sulsel - Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan masih mendata sejumlah kerusakan aset negara di kantor Balaikota Makassar usai penyerangan oleh puluhan anggota kepolisian pada Minggu dini hari pukul 00.10 Wita.

"Saat ini Dinas Perumahan dan Gedung sudah melakukan pendataan dan akan dibuatkan berita acaranya untuk segera dipertanggungjawabkan," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Minggu.

Dia mengatakan, penyerangan oleh anggota kepolisian yang merupakan aparat pemerintah harusnya tidak perlu terjadi karena ada prosedur hukum dan cara itu sudah ditempuh oleh oknum yang bertikai.

Namun, suasana yang awalnya dianggap sudah kondusif berubah setelah adanya penyerangan yang dilakukan oleh puluhan oknum polisi beberapa jam setelah insiden di anjungan Pantai Losari Makassar terjadi.

Akibat penyerangan itu, sejumlah aset negara baik gedung dan kendaraan operasional di Kantor Balakota Makassar mengalami kerusakan seperti sepeda motor, kendaraan roda empat dan beberapa kaca ruangan lainnya yang pecah.

"Sekarang ini tim dari Polda dan Polrestabes sedang melakukan penyelidikan dan melakukan olah TKP. Kita mengerti hukum dan tidak akan merubah apa yang terjadi. Tapi tetap kita data semua kerusakan itu," katanya.

Danny Pomanto -- sapaan akrab wali kota juga menyatakan meskipun mengalami banyak kerusakan pada fasilitas dan inventaris kantor Balaikota Makassar, tetapi itu tidak mengganggu aktivitas perkantoran.

"Banyak memang kerusakan, ada kendaraan operasional, ruangan dan lainnya. Tapi itu tidak akan mengganggu aktivitas pegawai dan operasional pasti berjalan," sebutnya.

Sebelumnya, bentrokan yang terjadi pada dini hari ini merupakan imbas yang terjadi dari insiden di anjungan Pantai Losari Makassar pada pukul 19.40 Wita. Pada waktu itu terjadi cekcok adu mulut dan perkelahian antara dua anggota Sabhara Polrestabes Makassar dan anggota Satpol PP Makassar.

Usai pertikaian itu, kedua polisi Bripda Hendrik dan Bripda Asmat melaporkan tindakan penganiayaan yang didapatkannya itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polrestabes Makassar dengan disertai visum dari dokter rumah sakit.

Kedua polisi itu melaporkan anggota Satpol PP Makassar Hendryatno ke SPKT dengan tuduhan tindakan penganiayaan dan pengeroyokan.

Namun beberapa jam setelahnya, sekitar pukul 00.10 Wita, puluhan anggota kepolisian melakukan penyerangan ke kantor Balaikota yang memang hanya berhadapan kantor dengan Mapolrestabes Makassar.

Anggota Satpol PP yang memang sedang jaga kantor itu kaget dan melakukan perlawanan hingga akhirnya belasan anggota Satpol luka-luka serta seorang anggota Sabhara Polda Sulsel Bripda Michael Abraham tewas dengan dua tusukan sangkur di pinggang kiri belakang serta punggungnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026