Logo Header Antaranews Makassar

Proyek Fly Over Molor Lagi

Senin, 7 September 2009 20:25 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengerjaan proyek jalan nasional jembatan layang (fly over) yang semula akan diresmikan 4 September 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, molor lagi karena dana untuk pengerjaan 2009 belum cair hingga kini.

Pimpinan Proyek Flyover Oktavianus kepada wartawan di Makassar, Senin, mengatakan proyek jembatan layang itu seharusnya sudah rampung sebelum memasuki Ramadhan, hanya saja Departemen Keuangan (Depkeu) belum mencairkan anggaran untuk 2009.

"Seandainya dana untuk pengerjaan proyek 2009 sudah dicairkan, dipastikan arus lalu lintas tidak macet lagi akibat buruh yang masih melakukan tahap penyelesaian akhir," ujarnya.

Meskipun anggaran dipa 2009 senilai Rp18 miliar belum dicairkan, namun pihaknya tetap berusaha melakukan pengerjaan seadanya dengan melakukan pengaspalan pada sebagian jembatan layang.

Padahal, kata dia, sejumlah rencana kerja seperti pengaspalan dan pembetonan di Jalan Urip Sumoharjo akan dirampungkan. Pihaknya juga tidak akan mendesak para pekerja untuk bekerja maksimal sementara anggarannya belum ada hingga saat ini.

"Masalah yang menghambat penyelesaian proyek ini adalah karena Depkeu belum mencairkan anggaran sedikitpun untuk biaya pengerjaan hingga saat ini," katanya.

Ia menjelaskan dipa untuk proyek jembatan layang ini sudah ada di meja Menteri Keuangan Sri Mulyani, namun belum mendapatkan persetujuan.

Sebelumnya, Departemen PU sudah berulangkali mengirimkan surat untuk pencairan anggaran tetapi sampai hari ini rekomendasi pencairannya belum ada bahkan kontraktor juga sudah mengklaim pembayaran.

Tidak hanya perampungan jembatan layang, pengerjaan pelebaran Jalan Urip Sumoharjo yang sudah akan memasuki tahap pengecoran juga terancam tertunda akibat sejumlah kendala teknis.

Kendala itu antara lain terhambatnya pemindahan dua instalasi public utility, tiang listrik milik PT PLN maupun pipa air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang belum dilakukan.

Kondisi tersebut tampak di penggalian pelebaran jalan di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang maupun sejumlah titik lain.

"Bagaimana mau dikerjakan tiang listrik saja masih berdiri di tengah pengerjaan. Sudah berulangkali kami mengiimkan surat ke PLN untuk membantu pemindahan tetapi masih belum terealisasi," jelas Oktavianus.

(T.PK-MH/N002)