Logo Header Antaranews Makassar

Puluhan karya mahasiswa Unismuh Makassar dipamerkan

Kamis, 22 September 2016 21:02 WIB
Image Print
"Untuk total karya yang kita pamerkan selama tiga hari kedepan ini berjumlah 32 karya dari dua jenis yakni ilustrasi dan kriya," jelasnya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Puluhan karya hasil kerja para mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dipamerkan dalam ajang bertajuk "Contempo-Reflect 2016" di Makassar, Sulawesi Selatan, 22-24 September 2016.

Panitia pelaksana pameran, Tamsil di Makassar, Kamis, mengatakan puluhan karya ini terdiri dari dua kategori yakni ilustrasi dan kriya atau kerajinan tangan yang terbuat dari bambu, kayu.

"Untuk total karya yang kita pamerkan selama tiga hari kedepan ini berjumlah 32 karya dari dua jenis yakni ilustrasi dan kriya," jelasnya.

Ia menjelaskan, puluhan karya ini merupakan kinerja dari lima orang mahasiswa dari jurusan seni yang memang sudah mempersiapn diri untuk mengikuti ujian proposal.

Adapun pameran ini memang merupakan sebuah persyaratan bagi mahasiswa tingkat akhir Unismuh untuk bisa mengikuti ujian proposal.

"Target kita bisa mencapai hingga ribuan pengunjung selama tiga hari pelaksanaan. Untuk pengunjung tentunya dari mahasiswa Unismuh sendiri dan beberapa mahasiwa seni dari berbagai kampus di Makassar," ujarnya.

Sementara itu, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Muhammad Hardian Nugraha Syam terpilih sebagai pimpinan delegasi pemuda Indonesia yang berjumlah 100 orang dalam program Pertukaran Pemuda Indonesia&ndash Tiongkok (PPIT), 18 September hingga 2 Oktober 2016.

Dekan Fakultas Kedokteran Unismuh, Mahmud Ghaznawie, mengatakn telah melaksanakan acara pelepasan kapada mahasiswanya itu yang dihadiri langsung Rektor Unismuh Makassar Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM.

"Muhammad Hardian Nugraha Syam resmi dilepas lansung Rektor Unismuh Makassar. Kami terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Rahman Rahim selaku Rektor Unismuh, atas inisiatifnya mengadakan acara pelepasan itu," ujarnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026