
Polman dijanjikan keluar dari predikat tertinggal

"Perubahan yang kami janjikan adalah membawa Kabupaten Polman yang statusnya sebagai daerah tertinggal...
Polewali Mandar, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Kalma Katta (SDK-Kalma) menjanjikan akan mengeluarkan Kabupaten Polewali Mandar sebagai daerah tertinggal di Sulawesi Barat.
"Perubahan yang kami janjikan adalah membawa Kabupaten Polman yang statusnya sebagai daerah tertinggal menjadi tidak lagi tertinggal," kata SDK di Kabupaten Polman, Selasa.
SDK menegaskan, pencalonan dirinya bersama Kalma Katta di Pilkada Sulbar merupakan wujud dari komitmen yang kuat untuk membawa perubahan positif, khususnya di Kabupaten Polman agar maju dan berkembang serta keluar dari statusnya sebagai daerah tertinggal.
"Kita semua di Polman ini mesti menyatukan tekad kita, kita mesti bersama-sama menciptakan perubahan di Sulbar ini, dan khusus di Polman, kita ingin membawa perubahan ke arah yang jauh lebih baik, keluar dari predikat sebagai daerah tertinggal," katanya.
SDK yang sebelumnya menjabat Bupati Mamuju dua periode menyampaikan di Polman ini tata kelola pemerintahan yang jauh lebih bersahabat dengan masyarakat pemerintahan di suatu daerah idealnya mampu untuktampil lebih dekat dengan masyarakatnya.
"Di Polman ini, kita ingin menciptakan pemerintahan yang jauh lebih bersahabat, lebih friendly, sebab, pemerintah itu harusnya bisa berada di masyarakat kelas bawah, bukan hanya memperhatikan masyarakat kelas atas saja, kami ingin membawa sistem pemerintahan yang yang mampu duduk bersama dengan masyarakatnya karena hakekat pemimpin itu, harus memecahkan setiap persoalan yang di hadapi masyarakatnya," katanya.
Ia menyampaikan salah satu program yang akan dijalankannya ketika terpilih di Pilkada Sulbar adalah melaksanakan pemerataan anggaran infrastruktur sebesar Rp 100 milyar per tahun untuk setiap kabupaten di Sulbar agar setiap daerah maju dan berkembang secara ekonomi.
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
