Sabtu, 21 Oktober 2017

Goedang Popsa Diharapkan Menjadi Wisata Kuliner Baru

id kuliner, goedang popsa, bp2m
Goedang Popsa Diharapkan Menjadi Wisata Kuliner Baru
Goedang Popsa di Makassar (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Kehadiran Goedong Popsa ini tidak lepas dari pertumbuhan sektor kuliner...
Makassar (Antara Sulsel) - Goedang Popsa diharapkan menjadi wisata kuliner baru di Makassar, Sulawesi Selatan, dan menjadi daya tarik bagi para pencita kuliner khususnya wisatawan domestik maupun mancanegara untuk merasakan sejumlah menu khas Makassar maupun masakan moderen lainnya.

"Kehadiran Goedong Popsa ini tidak lepas dari pertumbuhan sektor kuliner dan merupakan bagian dari pengembangan sektor wisata ekonomi di Kota Makassar yang terus berkembang setiap tahunnya," kata Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Makassar (BP2M) Andi Ilhamsyah Matalatta menjelang pembukaan Goedang Popsa di Makassar, Rabu.

Menurut dia, konsep dari Goedang Popsa adalah menyentuh semua kalangan, bahkan ruangan yang dijadikan tempat "nongkrong" menikmati makanan dan minuman lebih luas dan sangat nyaman apalagi berdekatan dengan bibir pantai.

Pihaknya berharap dengan hadir tempat wisata kuliner ini akan menjadi daya tarik wisatawan termasuk bagi pencinta kuliner khas Sulsel hingga memicu peningkatan ekonomi dari sektor wisata kuliner.

Sementara itu, General Manager Goedang Popsa, Irfan mengatakan, tempat kuliner ini menyajikan model terbaru sesuai dengan namanya. Berdirinya Gedoeng Popsa ini berasal dari ide untuk memanfaatkan gudang yang sebelumnya digunakan tempat menyimpan speedboat dan perlengkapan ski air lainnya.

Pospa adalah organisasi Persatuan Olahraga Perahu Motor dan Ski Air (Popsa) Makassar, diketahui salah satu pioner berjayanya olahraga air di Indonesia hingga menjadi sejarah. Untuk mengenang kejayaan itu, Goedang Popsa ini didirikan guna memberikan kenangan dan pengetahuan kepada pengunjung.

"Gudang ini kemudian dijadikan tempat yang lebih asyik dinikmati pengunjung dengan fasilitas eksklusif dipadukan interior menarik, furnitur seperti kursi maupun meja menggunakan bahan kayu bekas hasil daur ulang dari limbah rel kereta api khusus dipesan langsung dari Jepara, Pulau Jawa," katanya.

Selain itu, tampilan berbeda lainnya adalah galeri foto serta informasi sejarah berkembangnya olahraga air di Sulsel. Bahkan dua buah dua speedboat sengaja dipasang di dinding untuk menguatkan perjalanan sejarah olahraga air Indonesia di tempat tersebut dengan arnomen warna biru laut dihiasi gambar penyu dan suasana bawah laut.

"Kami juga menghadirkan pertunjukan musik dan Disk Jokey untuk memberikan rasa rileks kepada pengunjung, meski konsepnya sama dengan Kampoeng Popsa juga berdekatan dengan Goedang Popsa, tetapi disini akan lebih terasa nuansa barunya," kata Irfan.

Kepala Chef Ahmad Faisal kepada wartawan mengatakan, timnya akan menyajikan makanan dan minuman mulai dari lokal hingga internasional kemudian diolah dengan cara modern namun tetap disajikan secara tradisional dengan tidak menghilangkan ke khasannya.

"Kami menggunakan teknik `Sous Vide`, yaitu memasak dengan cara memasukkan bahan ke dalam kantong kedap udara dengan suhu rendah 55 derajat celcius. Adapula teknik pengasapan 12 jam dengan menu andalan `Slow Smoked Beef Brisket`. Kami yakin rasanya akan lebih nikmat dan berbeda," katanya.

Ahmad menambahkan, untuk menu di Goedang Pospa ada sekitar 60 jenis baik makanan maupun minuman hingga kopi tradisional sampai pembuatan kopi secara moderen yang didatangkan dari berbagai daerah di Tanah Air dikhususkan bagi pencinta kopi.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga